China Ancam Respons Militer Soal Kunjungan Ketua DPR AS ke Taiwan

Senin, 25 Juli 2022 - 17:34 WIB
loading...
China Ancam Respons...
Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - China dilaporkan telah meningkatkan pertaruhannya dengan Washington atas rencana perjalanan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taiwan.

Beijing mengancam akan menanggapi secara militer jika tokoh Partai Demokrat California itu melanjutkan rencana kunjungan tersebut.

Peringatan terbaru dikeluarkan secara pribadi kepada anggota pemerintahan Presiden AS Joe Biden, dilansir Financial Times (FT) pada Minggu (24/7/2022).

Baca juga: Moskow Ungkap Rencana Licik Ukraina Membajak Jet Tempur Rusia

FT mengutip enam orang sumber yang mengetahui masalah tersebut. Pernyataan itu secara signifikan lebih kuat daripada peringatan yang diberikan pejabat China di masa lalu atas tindakan kontroversial AS atau keputusan kebijakan terkait Taiwan.

Pelosi dilaporkan dijadwalkan mengunjungi Taipei bulan depan, yang akan menjadi perjalanan pertama oleh seorang ketua DPR ke Taiwan yang memisahkan diri dari daratan China sejak 1997.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Zhao Lijian mengatakan Selasa lalu bahwa perjalanan Pelosi akan berdampak besar pada hubungan AS-China.

Baca juga: Pejabat AS Ketakutan dengan Perang Biologis Lewat DNA

“Jika AS bersikeras mengambil jalan yang salah, China akan mengambil langkah tegas dan kuat untuk menjaga kedaulatan dan integritas teritorialnya. Semua konsekuensi berikutnya akan ditanggung oleh pihak AS,” ujar Zhao.

Pejabat China juga berpendapat kunjungan ke Taipei oleh perwakilan tingkat tinggi, seperti ketua DPR AS Pelosi akan melanggar kebijakan “Satu China” oleh AS.

Pelosi akan menjadi penerus Ruang Oval Gedung Putih jika presiden maupun wakil presiden tidak dapat menjabat.

Menurut kebijakan Satu China, Washington mengakui klaim Beijing atas kedaulatan Taiwan.

Pada Jumat, juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Wang Wenbin mengulangi sumpah Beijing untuk mengambil "tindakan balasan yang kuat."

Dia menambahkan, "Kami serius dengan apa yang kami katakan."

Pentagon tampaknya melihat perjalanan yang direncanakan Pelosi bermasalah. Ditekan tentang masalah ini oleh wartawan Rabu lalu, Biden menjawab, “Saya pikir militer menganggap itu bukan ide yang baik saat ini, tetapi saya tidak tahu apa statusnya.”

Pelosi mengatakan kepada wartawan pada Kamis bahwa Biden tidak menyampaikan kekhawatiran secara langsung kepadanya.

"Saya kira apa yang dikatakan presiden adalah, mungkin militer takut pesawat kami akan ditembak jatuh atau semacamnya oleh China," tutur dia.

“Pejabat Gedung Putih sedang mencoba menilai apakah peringatan terbaru China itu serius atau nyerempet bahaya untuk menggertak Pelosi agar tidak melakukan perjalanan,” ungkap laporan Financial Times.

Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan menentang kunjungan itu karena khawatir akan meningkatkan ketegangan di Selat Taiwan.

“Dewan Keamanan Nasional telah memberi Pelosi konteks, fakta, dan informasi terkait geopolitik tentang kunjungan yang direncanakan, membiarkannya membuat keputusan sendiri,” tutur juru bicara Dewan Keamanan John Kirby.

Ketegangan AS-China atas Taiwan telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Financial Times melaporkan awal bulan ini bahwa Pelosi bermaksud mengunjungi Taiwan untuk menunjukkan dukungan di tengah meningkatnya tekanan reunifikasi dari daratan China.

Duta Besar China untuk Prancis Lu Shaye mengatakan dalam wawancara Juni bahwa Beijing tidak akan membiarkan Taiwan berdiri sebagai negara merdeka.

“Kami akan merebut kembali Taiwan dengan segala cara, termasuk militer. Jika kita tidak dapat menyatukan kembali negara dengan cara damai, apa lagi yang harus kita lakukan?” tegas dia.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Berita Terkini
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Infografis
Militer China Kepung...
Militer China Kepung Taiwan untuk Simulasi Invasi Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved