Wartawan Israel Minta Maaf setelah Bikin Geger Keluyuran di Kota Suci Makkah

Kamis, 21 Juli 2022 - 09:08 WIB
loading...
Wartawan Israel Minta Maaf setelah Bikin Geger Keluyuran di Kota Suci Makkah
Gil Tamari, wartawan Israel saat keluyuran di Bukit Arafah, salah satu situs suci umat Islam di Makkah, Arab Saudi. Foto/via Middle East Eye
A A A
TEL AVIV - Gil Tamari, wartawan Channel 13 Israel , meminta maaf setelah masuk dan berkeluyuran di Makkah , kota suci umat Islam di Arab Saudi. Kota ini terlarang bagi non-Muslim.

Dalam aksinya yang direkam dalam video, Tamari memasuki situs-situs Islam di Makkah, termasuk menunjuk jarinya ke Masjidil Haram. Dia juga terlihat berjalan-jalan diBukit Arafah.

Rekaman itu memicu kemarahan di kalangan pengguna media sosial karena non-Muslim secara tradisional dilarang memasuki Makkah dan Madinah seperti yang ditentukan dalam ayat-ayat Al-Qur'an.

Baca juga: Jurnalis Israel Keluyuran di Makkah, Kota Tersuci Islam yang Haram bagi Non-Muslim

Tamari sejak itu mengeluarkan permintaan maaf atas tindakannya, mengeklaim satu-satunya niatnya adalah "untuk menunjukkan pentingnya Makkah dan keindahannya".

“Saya ingin menegaskan kembali bahwa kunjungan ke Makkah ini tidak dimaksudkan untuk menyinggung umat Islam, atau orang lain," katanya, seperti The NewArab, Kamis (21/7/2022).

"Jika ada yang tersinggung dengan video ini, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Tujuan dari seluruh upaya ini adalah untuk menunjukkan pentingnya Makkah dan keindahan agama, dan dengan demikian menumbuhkan lebih banyak toleransi dan inklusi beragama," lanjut dia dalam posting di Twitter.

Namun, dia tetap pada laporannya, mengatakan kesediaannya untuk memasuki situs suci umat Islam membuktikan integritas jurnalistiknya.

"Keingintahuan adalah jantung dan pusat jurnalisme, dan jenis pertemuan jurnalistik tangan pertama inilah yang membedakan jurnalisme yang baik dari jurnalisme yang hebat," ujarnya.

Baca juga: Menteri Muslim Israel Kecam Aksi Bodoh Jurnalis Israel yang Masuk Makkah
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3588 seconds (11.252#12.26)