China Coba Hentikan Kepala HAM PBB Rilis Laporan Xinjiang

Rabu, 20 Juli 2022 - 11:35 WIB
loading...
China Coba Hentikan...
China Coba Hentikan Kepala HAM PBB Rilis Laporan Xinjiang. FOTO/Reuters
A A A
BEIJING - China meminta Komisaris Tinggi PBB, Michelle Bachelet untuk tidak merilis laporan tentang pelanggaran hak asasi manusia terhadap minoritas Uyghur di provinsi Xinjiang , menurut dokumen yang diperoleh wartawan.

Sebuah surat yang dilihat oleh Reuters dan dikonfirmasi oleh diplomat dari tiga negara, yang dikatakan telah menerimanya, menunjukkan "keprihatinan besar" China tentang laporan tersebut dan berusaha untuk mencegahnya dirilis.

Baca: Utusan PBB Sambangi Xinjiang di Bawah Pengawasan China

Bachelet pergi ke China pada bulan Mei dan menghadapi kritik keras dari kelompok-kelompok hak asasi manusia karena tidak meluncurkan penyelidikan resmi atas pelanggaran yang dilakukan orang Uyghur. Dia kemudian mengumumkan keputusannya untuk tidak mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua.

Namun, Bachelet berjanji untuk merilis laporan yang telah lama ditunggu-tunggu tentang situasi di Xinjiang, sebelum meninggalkan jabatannya pada Agustus.

“Penilaian (terhadap Xinjiang), jika dipublikasikan, akan mengintensifkan politisasi dan blok konfrontasi di bidang hak asasi manusia, merusak kredibilitas OHCHR (Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia) dan merusak kerja sama antara OHCHR dan negara-negara anggota,” demikian bunyi surat tersebut.

Baca: Wilayah Etnis Uighur di Xinjiang Memiliki Tingkat Pemenjaraan Tertinggi di Dunia

"Kami sangat mendesak Komisaris Tinggi Madame untuk tidak mempublikasikan penilaian seperti itu," tambahnya.

Sebelumnya pada bulan Mei, penyelidikan media terhadap data yang bocor dari apa yang disebut “kamp pendidikan ulang” di Xinjiang mengungkapkan ribuan gambar polisi yang membuktikan bahwa tahanan Uighur menderita kekerasan fisik dan pemenjaraan yang melanggar hukum.

Lebih dari satu juta orang Uighur dan minoritas Muslim lainnya diperkirakan ditahan di pusat-pusat penahanan dan penjara yang dibangun di seluruh wilayah Xinjiang sejak 2017. Amerika Serikat menyebut tindakan China di Xinjiang sebagai "genosida" dan "kejahatan terhadap kemanusiaan."
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
DK PBB Setujui Resolusi...
DK PBB Setujui Resolusi AS Hentikan Perang Ukraina dan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved