Buntut Kecelakaan Pesawat PIA, Pakistan Larang Terbang 262 Pilot

Sabtu, 27 Juni 2020 - 01:59 WIB
loading...
Buntut Kecelakaan Pesawat...
Pakistan melarang terbang 262 pilot karena menolak mengikuti ujian. Foto/Ilustrasi
A A A
ISLAMABAD - Pakistan merumahkan sebanyak 262 pilot maskapai penerbangan yang diduga menghindari ujian usai melakukan penyelidikan kualifikasi pilot. Penyelidikan itu didorong oleh laporan pendahuluan tentang kecelakaan pesawat di Karachi bulan lalu, yang mendapati bahwa para pilot gagal mengikuti prosedur standar dan mengabaikan peringatan.

Sebanyak 97 orang tewas dalam jatuhnya pesawat Pakistan International Airlines (PIA) di Karachi bulan lalu. PIA pada hari Kamis mengatakan bahwa mereka akan melakukan uji coba pilot dengan lisensi yang "meragukan". (Baca: Pakistan Konfirmasi Korban Tewas Jatuhnya Pesawat PIA 97 Orang )

Menteri Penerbangan Ghulam Sarwar Khan mengatakan pihak berwenang selama bertahun-tahun telah menyelidiki kolusi antara pilot dan pejabat penerbangan sipil untuk menyelesaikan pemeriksaan.

Ia mengatakan semua pilot dituduh menggunakan joki untuk mengerjakan ujian tulis guna mendapatkan lisensi pilot maskapai penerbangan. (Baca: Pilot Ngobrol Covid-19, Penyebab Pesawat Pakistan Jatuh Tewaskan 97 Orang )

"262 pilot yang dirumahkan pada hari Jumat termasuk 141 dari PIA, sembilan dari Air Blue, 10 dari Serene Airline, 17 dari Shaheen Airlines, yang telah ditutup," kata Khan, menambahkan sisanya adalah pilot milik klub terbang atau layanan charter seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (27/6/2020). (Baca: Kantongi Lisensi Palsu, 150 Pilot PIA Dilarang Terbang )

Khan mengatakan semua maskapai dan klub telah diberitahu bahwa kredensial mereka meragukan, dan mereka tidak boleh terbang. Ia juga mengatakan bahwa pembersihan itu bertujuan membuat industri penerbangan Pakistan kredibel.

"Saya pikir ini akan membantu kita memuaskan organisasi internasional bahwa kita telah memperbaiki kesalahan," ujarnya.

Sistem pemeriksaan saat ini diperkenalkan pada 2012 untuk memenuhi standar internasional.

Otoritas lisensi penerbangan sipil mensyaratkan pilot untuk lulus ujian tertulis untuk memenuhi syarat, setelah menyelesaikan waktu terbang komersil setidaknya 1.500 jam.

Khan mengatakan 28 pilot telah ditemukan mendapatkan kualifikasi mereka secara tidak sah dan sekarang akan menghadapi tuntutan pidana. Ia juga mengungkapkan setidaknya lima pejabat penerbangan sipil telah diskors, dan sedang dipertimbangkan untuk dituntut.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Islamabad dan Ilusi...
Islamabad dan Ilusi Diplomasi Perang Iran 2026
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved