Hidupkan Kembali Ekonomi, Jokowi Dorong Pembentukan Koridor Wisata ASEAN

loading...
Hidupkan Kembali Ekonomi, Jokowi Dorong Pembentukan Koridor Wisata ASEAN
Presiden Indonesia, Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, yang dilakukan secara virtual mendorong adanya koridor wisata ASEAN. Foto/REUTERS
JAKARTA - Presiden Indonesia, Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, yang dilakukan secara virtual mendorong adanya koridor wisata ASEAN. Ini dilakukan untuk kembali mendorong pemulihan ekonomi di kawasan.

Dalam pertemuan tersebut, menurut Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, Jokowi awalnya menyampaikan situasi ekonomi di dunia, khususnya di ASEAN. Membacakan laporan IMF, Jokowi menuturkan bahwa pertumbuhan ekonomi direvisi dari minus 3 persen, menjadi minus 4,9 persen.

( Baca juga: Khawatir Gelombang Kedua Covid-19, Vietnam Belum Berani Buka Pariwisata )

Retno menuturkan, Jokowi dalam pertemuan tersebut menyampaikan pentingnya seluruh negara ASEAN bekerja lebih keras agar ekonomi ASEAN, ekonomi kawasan dapat tumbuh kembali lebih cepat. Jokowi, jelas Retno, menekankan konektivitas adalah kunci agar ekonomi kawasan ASEAN bisa tumbuh kembali.



Oleh karena itu, Jokowi menyampaikan ASEAN perlu mulai melakukan pengaturan mengenai ASEAN Travel Corridor secara berhati-hati, terukur, dan bertahap. "Dimulai dengan koridor perjalanan bisnis penting, berdasarkan tentunya protokol kesehatan yang ketat," ucap Retno pada Jumat (26/6/2020).

Menurut Retno, dengan adanya Koridor Wisata ASEAN ini maka pertumbuhan ekonomi ASEAN bisa cepat kembali pulih. Selain itu, hal ini juga dapat menunjukkan arti strategis dari komunitas ASEAN, baik di kawasan maupun di mata internasional.

Dirinya menambahkan, Jokowi mengajak seluruh kepala negara ASEAN menugaskan para menteri untuk mulai membahas Koridor Wisata ASEAN tersebut.



( Baca juga: Update Corona: Kasus Positif Bertambah 1.240 Menjadi 51.427 Orang )

"Selain itu, presiden sampaikan tidak kalah pentingnya konektivitas digital, terutama fasilitasi untuk e-commerce, e-health, e-learning, termasuk perluasan akses bagi UMKM masuk ke platfor digital," tukasnya.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top