Ribuan Tentara Ukraina Jalani Pelatihan di Inggris

Minggu, 10 Juli 2022 - 15:19 WIB
loading...
Ribuan Tentara Ukraina...
Ribuan tentara Ukraina jalani pelatihan di Inggris. Foto/Ilustrasi
A A A
LONDON - Kelompok pertama pasukan Ukraina telah tiba di Inggris untuk menjalani pelatihan militer khusus, dengan 10.000 anggota militer diharapkan untuk ambil bagian dalam program ini dalam beberapa bulan mendatang. Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace secara pribadi menyambut para tentara tersebut.

Menurut sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh Kementerian Pertahanan Inggris pada hari Sabtu, personel militer Ukraina telah bertemu dengan pejabat tinggi militer awal pekan ini.

Wallace menggambarkan program pelatihan sebagai fase berikutnya dari dukungan Inggris kepada militer Ukraina.

“Dengan menggunakan keahlian kelas dunia dari tentara Inggris, kami akan membantu Ukraina untuk membangun kembali pasukannya dan meningkatkan perlawanannya saat mereka mempertahankan kedaulatan negara mereka dan hak mereka untuk memilih masa depan mereka sendiri,” kata Menteri Pertahanan Inggris itu seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (10/7/2022).

Baca juga: Ukraina Kembali Memohon Lebih Banyak Pasokan Senjata

Menurut perkiraan Kementerian Pertahanan Inggris sendiri, London sejauh ini telah menghabiskan lebih dari USD2,7 miliar untuk bantuan militer guna mendukung Ukraina dalam perjuangannya melawan invasi Rusia yang tidak beralasan.

Sekitar 1.050 personel Ukraiina akan melakukan pelatihan di sejumlah lokasi yang dirahasiakan di seluruh Inggris, dengan setiap kursus berlangsung beberapa minggu.

Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, program tersebut telah dirancang secara khusus untuk memberikan rekrutan sukarelawan dengan sedikit atau tanpa pengalaman militer keterampilan agar efektif dalam pertempuran garis depan.

Di antara bidang pengetahuan yang tercakup dalam kursus ini adalah penanganan senjata, pertolongan pertama di medan perang, kerajinan lapangan, taktik patroli serta Hukum Konflik Bersenjata.

Untuk memastikan pasukan Ukraina terbiasa dengan senjata yang akan mereka gunakan selama pelatihan, London telah “membeli” senapan serbu tipe AK dengan cepat. Perlengkapan lain yang diperlukan, seperti helm, pelindung tubuh, seragam lapangan dan sepatu bot, juga disediakan oleh negara tuan rumah.

Baca juga: AS Akan Kirim Lebih Banyak Sistem Roket HIMARS ke Ukraina

Pernyataan itu juga menunjukkan bahwa Inggris memiliki sejarah panjang dalam mendukung personel militer Ukraina, setelah memberikan pelatihan kepada sekitar 22.000 tentara antara 2015 dan 2022.

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, dengan alasan kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberi wilayah Donetsk dan Lugansk status khusus di dalam negara Ukraina.

Protokol, yang ditengahi oleh Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada 2014. Mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko sejak itu mengakui bahwa tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

Baca juga: Putin Bilang Belum Memulai Apapun di Ukraina, Ini Penjelasan Kremlin

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved