Siapa Shinzo Abe, Perdana Menteri Jepang Terlama yang Meninggal Ditembak

Jum'at, 08 Juli 2022 - 18:39 WIB
loading...
Siapa Shinzo Abe, Perdana...
Mantan perdana menteri Jepang Shinzo Abe meninggal setelah ditembak dengan senjata rakitan, Jumat (8/7/2022). Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Dunia internasional tersengat saat mendengar kabar mantan perdana menteri Jepang Shinzo Abe ditembak saat berkampanye. Belum hilang rasa kaget itu, kabar duka datang. Shinzo Abe meninggal dunia karena luka-luka akibat penembakan tersebut.

Shinzo Abe meninggal dalam usia 67 tahun setelah ditembak pria, diketahui bernama Tetsuya Yamagami (41), dengan senjata rakitan. Ia ditembak dari belakang saat berkampanye untuk pemilihan parlemen di prefektur Nara.

Siapakah Shinzo Abe? Berikut adalah profil pria kelahiran 21 September 1954 itu yang dirangkum dari sejumlah sumber.

Lahir di Tokyo pada tahun 1954, Abe dilahirkan dalam keluarga yang menonjol secara politik dan kaya. Ayahnya Shintaro Abe adalah menteri luar negeri, paman buyutnya Eisaku Sato adalah perdana menteri, seperti kakeknya, Nobusuke Kishi.

Dia bergabung dengan ayahnya politisi Shintaro Abe sebagai sekretaris.

Baca juga: Tembak Mati Shinzo Abe, Ini Motif Tersangka

Setelah kematian ayahnya, yang menjabat sebagai menteri luar negeri Jepang, Abe terjun ke politik elektoral pada tahun 1993 dan terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan – majelis rendah parlemen Jepang, yang secara lokal dikenal sebagai Diet.

Ia juga sempat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal LDP (Partai Demokratik Liberal) dan Sekretaris Pribadi Ketua Dewan Umum LDP.

Ia menjadi perdana menteri termuda Jepang saat pertama kali menjabat pada tahun 2006 pada usia 52 tahun. Namun pada tahun 2007 ia tiba-tiba mengundurkan diri karena penyakit radang usus parah.

Abe kembali berkuasa secara menakjubkan pada tahun 2012, dengan untuk pertama kalinya mengalahkan saingan partainya Shigeru Ishiba pada bulan September untuk merebut kembali kepemimpinan LDP, dan kemudian memimpin partai tersebut menjadi mayoritas pada bulan Desember pada saat itu.

Mempunyai motto "politik menuntut hasil," Abe sukses membangkitkan perekonomian dan bisnis Jepang. Kebijakannya pun disebut sebagai Abenomics. Kebijakannya menunjukkan hasil ketika "program stimulus moneter agresif Bank of Japan menekan yen terhadap mata uang utama lainnya, dan menaikkan pendapatan perusahaan besar dan harga saham."

Baca juga: Shinzo Abe Meninggal Dunia Setelah Ditembak dengan Senjata Rakitan

Ia terkenal karena sikapnya yang hawkish terhadap China karena ia telah berjanji untuk mengubah Konstitusi pasifis Jepang untuk memungkinkan militer penuh.

Masa jabatannya juga hubungan bilateral dengan Korea Selatan mencapai titik terendah atas masalah eksploitasi seksual masa perang.

Abe juga menjadi aktor utama dalam strategi Indo Pasifik AS yang terwujud dalam aliansi keamanan Quad bersama Australia dan India.

Pada saat ia mengundurkan diri karena sakit pada Agustus 2020, Abe telah menjadi perdana menteri terlama pada era Jepang modern. Masa jabatannya melebihi kakeknya Nobusuke Kishi, yang memimpin Jepang dari tahun 1957 hingga 1960; ayahnya, Shintaro Abe, juga menjabat sebagai kepala sekretaris kabinet, yang sering dianggap sebagai posisi paling kuat kedua di negara itu.

Pada tahun-tahun setelah dia meninggalkan jabatannya, Abe menjadi kritikus yang sangat vokal terhadap agresi Beijing yang berkembang di kawasan Indo-Pasifik. Tahun ini, Abe mendesak Amerika Serikat untuk meninggalkan kebijakan ambiguitas strategisnya terhadap Taiwan dan berkomitmen untuk mempertahankan pulau yang memiliki pemerintahan sendiri jika terjadi serangan China.

Abe juga secara khusus memupuk persahabatan dekat dengan Presiden Donald Trump ketika keduanya menjabat. Dia adalah pemimpin asing pertama yang bertemu Trump setelah terpilih pada 2016 dan menggelar karpet merah selama kunjungan kenegaraan presiden 2019 ke Jepang.

Baca juga: Penembakan Shinzo Abe Kejutkan Para Pemimpin Dunia

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Iran: Israel Ingin Sabotase...
Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS
Rekomendasi
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Amalan Hari Asyura 10...
Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Mengapa Batmobile Tumbler...
Mengapa Batmobile Tumbler Seharga Rp 53,5 Miliar Menjadi Mobil Terlangka di Dunia?
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, Salah Satunya Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved