Majalah Stern: Oknum Tentara Jerman Berencana Serang Jembatan Krimea

Jum'at, 08 Juli 2022 - 07:25 WIB
loading...
Majalah Stern: Oknum...
Tentara Bundeswehr Jerman terlihat di kamp di Afghanistan, 25 Maret 2018. Foto/Michael Kappeler/REUTERS
A A A
BERLIN - Selusin tersangka ditangkap di negara bagian Schleswig-Holstein di Jerman utara karena serangkaian perampokan di pangkalan militer.

Dari para tersangka, terdapat dua tentara Bundeswehr yang ingin menggunakan bahan peledak yang dicuri untuk menghancurkan jembatan antara Krimea dan daratan Rusia.

Majalah Jerman, Stern, melaporkan informasi itu mengutip sumber kepolisian.

“Serangkaian perampokan, penyelidikan panjang, rencana gila: Bagaimana tentara Jerman ingin campur tangan dalam perang Ukraina,” ungkap majalah mingguan Stern yang berbasis di Hamburg dalam berita utama.

Baca juga: Rusia Berhasil Tes Senjata Anti-Drone di Medan Perang Ukraina

Kisah tersebut, yang disatukan dari laporan polisi, merinci penyelidikan atas jaringan pencurian yang melibatkan total empat tentara Bundeswehr dan delapan tersangka lainnya yang ditangkap polisi di Kiel.

Penangkapan itu sebenarnya terjadi pada 22 Mei, dengan sedikit atau tanpa perhatian media, karena penyelidikan difokuskan pada pembobolan fasilitas militer dan pencurian senjata, bahan peledak, dan amunisi lainnya untuk dijual kembali di pasar gelap.

“Plot jembatan ditemukan secara tidak sengaja, ketika polisi memantau percakapan telepon para tersangka,” papar majalah itu.

Baca juga: Medvedev Kutip Alkitab Injil untuk Para Pengkritik Rusia

Selama panggilan telepon, kedua pria tersebut membahas jenis dan jumlah bahan yang mereka perlukan untuk menghancurkan jembatan sepanjang 19 kilometer antara Krimea dan semenanjung Taman, sebagai cara untuk membantu Ukraina dalam konflik dengan Rusia.

Tepat sebelum mereka ditangkap, para konspirator telah mencoba, tapi tidak berhasil, untuk mencuri peralatan menyelam dari fasilitas angkatan laut Eckernfoerde dekat Kiel.

Polisi mengatakan mereka telah merencanakan melakukan perjalanan ke Ukraina beberapa hari kemudian.

Amunisi, senjata dan bahan peledak ditemukan di rumah kedua tentara tersebut. Stern mengatakan barang curian itu sebagian dimaksudkan untuk dijual kembali dan sebagian untuk penggunaan pribadi, termasuk plot Krimea.

Jaringan itu diduga mulai beroperasi musim panas lalu, dan masuk ke barak di Alt Duvenstedt dan fasilitas angkatan laut di Eckernfoerde pada awal 2022, sebelum permusuhan di Ukraina meningkat.

Krimea memilih meninggalkan Ukraina dan bergabung kembali dengan Rusia pada Maret 2014, menyusul kudeta yang didukung Amerika Serikat (AS) di Kiev.

Jembatan ini dibangun untuk menghubungkan semenanjung ke daratan Rusia, dengan pembukaan bagian jalan pada 2018 dan segmen rel pada 2020.

Meskipun pasukan Rusia menjalin hubungan darat dengan Krimea pada awal konflik dengan mengambil sebagian besar Wilayah Kherson dan Zaporozhye, pemerintah di Kiev tetap bertekad menghancurkan jembatan tersebut.

“Jika ada kesempatan untuk melakukan ini, kami pasti akan melakukannya,” ujar Alexey Danilov, sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, dalam wawancara April.

Jenderal Ukraina Dmitry Marchenko mengatakan kepada media pemerintah AS bulan lalu bahwa Kiev masih ingin meledakkan jembatan itu, tetapi sedang menunggu Barat untuk mengirimkan jenis senjata yang tepat.

Alexey Arestovich, ajudan utama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, mengatakan pekan lalu bahwa rencana menghancurkan jembatan itu benar-benar masih berjalan.

Pada Kamis, mantan komandan NATO di Eropa dan pensiunan jenderal Angkatan Udara AS Philip Breedlove mengatakan kepada Times bahwa Ukraina harus menargetkan jembatan itu dengan rudal anti-kapal Harpoon yang baru-baru ini dikirim Pentagon.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved