Pemerintahan Boris Johnson Goyah, 2 Mentri Utama Mundur

Rabu, 06 Juli 2022 - 02:27 WIB
loading...
A A A
Penjelasan pemerintah bergeser berulang kali selama lima hari terakhir. Para menteri awalnya mengatakan Johnson tidak mengetahui tuduhan apa pun ketika dia mempromosikan Pincher ke jabatan itu pada bulan Februari.

Pada hari Senin, seorang juru bicara mengatakan Johnson mengetahui tuduhan pelanggaran seksual yang baik diselesaikan atau tidak berkembang menjadi pengaduan resmi.

Baca juga: Inggris Ingin Bangun Lagi Ukraina dengan Uang Rusia

Pengakuan itu tidak sama dengan Simon McDonald, pegawai negeri paling senior di Kantor Luar Negeri Inggris dari 2015 hingga 2020. Dalam langkah yang sangat tidak biasa, dia mengatakan bahwa kantor perdana menteri masih tidak mengatakan yang sebenarnya.

McDonald mengatakan dalam sebuah surat kepada komisaris parlemen untuk standar bahwa ia menerima keluhan tentang perilaku Pincher pada musim panas 2019, tak lama setelah Pincher menjadi menteri Kementerian Luar Negeri.

"Investigasi menguatkan keluhan tersebut, dan Pincher meminta maaf atas tindakannya," kata McDonald.

McDonald membantah bahwa Johnson tidak mengetahui tuduhan tersebut atau bahwa keluhan tersebut ditolak karena telah diselesaikan atau tidak dibuat secara formal.

"Garis No.10 yang asli tidak benar, dan modifikasinya masih belum akurat," tulis McDonald, mengacu pada kantor Perdana Menteri di Downing Street.

"Tn. Johnson diberitahu secara langsung tentang inisiasi dan hasil penyelidikan," imbuhnya.

Beberapa jam setelah komentar McDonald keluar, kantor Johnson mengubah ceritanya lagi, mengatakan perdana menteri lupa dia diberitahu bahwa Pincher adalah subyek pengaduan resmi.

Baca juga: Dua Warga Inggris Kembali Tertangkap di Ukraina, Ancaman Hukuman Mati Menanti

Pengungkapan terbaru telah memicu ketidakpuasan di dalam Kabinet Johnson setelah para menteri dipaksa untuk secara terbuka menyampaikan penolakan perdana menteri, hanya untuk mengubah penjelasan pada hari berikutnya.

The Times of London pada hari Selasa menerbitkan analisis situasi di bawah tajuk utama "Klaim kebohongan menempatkan Boris Johnson dalam bahaya."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved