Moskow Desak Kiev Berhenti Intimidasi Wartawan Rusia

Rabu, 29 Juni 2022 - 22:15 WIB
loading...
Moskow Desak Kiev Berhenti...
Moskow Desak Kiev Berhenti Intimidasi Wartawan Rusia. FOTO/TASS
A A A
MOSKOW - Rezim Kiev dan Dinas Khusus Ukraina harus berhenti mencoba mengintimidasi wartawan Rusia melalui upaya pembunuhan dan provokasi. Hal itu diungkapkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, Rabu (29/6/2022).

"Dinas Keamanan Ukraina telah bekerja sangat erat di lingkungan jurnalistik untuk waktu yang lama, muncul dengan tindakan provokatif yang mengerikan, bersiap untuk membunuh jurnalis Rusia," kata Zakharova, seperti dikutip dari TASS.

Baca: Ukraina: Serangan Rusia Hancurkan Tempat Tinggal 3,5 Juta Orang

"Dengan mencoba mengintimidasi jurnalis kami dengan 'hukuman' mereka, Rezim Kiev menunjukkan segi baru pelanggaran hukum dan misantropi. Berhenti mengintimidasi orang-orang yang bekerja di media, berhenti mengancam mereka," lanjutnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia itu mengatakan, dalam hal ini ancaman yang dibuat oleh Presiden Ukraina Vladimir Zelensky dalam pidato video Selasa malam, di mana ia berjanji untuk "menghukum" wartawan Rusia karena berdedikasi untuk melakukan tugas profesional mereka.

"Ini menunjukkan bahwa pidato Zelensky dengan ancaman yang disebutkan, diumumkan tepat setelah presiden Ukraina mencoba menuduh negara kita melakukan terorisme dari tribun PBB," kata diplomat itu.

Baca: Delapan Rudal Rusia Hantam Kota Mykolaiv, 3 Orang Tewas

"Saya melihat analogi dengan tindakan teroris Nazi Ukraina, digagalkan pada bulan April, dengan tujuan untuk melenyapkan beberapa perwakilan terkemuka dari media Rusia. Serangan itu direncanakan dan dilakukan di bawah koordinasi Dinas Khusus Ukraina dan dengan sepengetahuan rekan Barat mereka," lanjutnya.

Zakharova menunjukkan bahwa di Ukraina, "di mana Barat telah menjalankan protektoratnya selama bertahun-tahun, pembunuhan wartawan belum diselidiki sama sekali".


"Lagi pula, Anda hidup di abad ke-21, dan segala sesuatu yang Anda pikir dapat Anda lakukan di negara Anda tidak dapat diterima di negara kami dan di seluruh dunia, yang Anda anggap beradab," katanya kepada Zelensky.

"Semua kejahatan Rezim Kiev didokumentasikan secara menyeluruh, dan semua pelaku akan dibawa ke pengadilan dan akan menderita hukuman yang pantas mereka terima, sebagaimana ditetapkan oleh hukum," tandas Zakharova.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved