Panglima Militer Inggris: Rusia Sudah Kalah Secara Strategis dalam Perang Ukraina
Jum'at, 17 Juni 2022 - 15:20 WIB
loading...
Bangunan di Kiev, Ukraina, hancur selama invasi Rusia. Militer Inggris sebut Rusia sudah kalah secara strategis dalam perangnya di Ukraina. Foto/REUTERS/Maksim Levin
A
A
A
LONDON - Panglima Militer Inggris Tony Radakin mengatakan Rusia sudah kalah secara strategis dalam perangnya dengan Ukraina . Menurutnya, militer Presiden Vladimir Putin menderita kerugian besar dan perang itu justru memperkuat NATO.
“Ini adalah kesalahan yang mengerikan dari Rusia. Rusia tidak akan pernah menguasai Ukraina,” kata Radakin, yang menambahkan bahwa kekutan Moskow akan semakin berkurang.
“Rusia sudah kalah secara strategis. NATO lebih kuat, Finlandia dan Swedia ingin bergabung,” katanya kepada Press Association yang dilansir AFP, Jumat (17/6/2022).
Radakin mengatakan Putin mungkin mencapai keberhasilan taktis dalam beberapa minggu mendatang, tetapi telah mengorbankan seperempat dari kekuatan tentara negaranya untuk keuntungan kecil dan kehabisan pasukan dan rudal berteknologi tinggi.
Baca juga: Ukraina Ancam Hancurkan Jembatan Terpanjang Eropa dengan Rudal Canggih Barat
“Mesin Rusia sedang menggiling, dan bertambah beberapa—dua, tiga, lima—kilometer setiap hari,” kata Radakin.
“Dan Rusia memiliki kerentanan karena kehabisan orang, kehabisan rudal berteknologi tinggi."
“Presiden Putin telah menggunakan sekitar 25 persen dari kekuatan pasukannya untuk mendapatkan sejumlah kecil wilayah dan 50.000 orang tewas atau terluka. Rusia gagal,” paparnya.
“Ini adalah kesalahan yang mengerikan dari Rusia. Rusia tidak akan pernah menguasai Ukraina,” kata Radakin, yang menambahkan bahwa kekutan Moskow akan semakin berkurang.
“Rusia sudah kalah secara strategis. NATO lebih kuat, Finlandia dan Swedia ingin bergabung,” katanya kepada Press Association yang dilansir AFP, Jumat (17/6/2022).
Radakin mengatakan Putin mungkin mencapai keberhasilan taktis dalam beberapa minggu mendatang, tetapi telah mengorbankan seperempat dari kekuatan tentara negaranya untuk keuntungan kecil dan kehabisan pasukan dan rudal berteknologi tinggi.
Baca juga: Ukraina Ancam Hancurkan Jembatan Terpanjang Eropa dengan Rudal Canggih Barat
“Mesin Rusia sedang menggiling, dan bertambah beberapa—dua, tiga, lima—kilometer setiap hari,” kata Radakin.
“Dan Rusia memiliki kerentanan karena kehabisan orang, kehabisan rudal berteknologi tinggi."
“Presiden Putin telah menggunakan sekitar 25 persen dari kekuatan pasukannya untuk mendapatkan sejumlah kecil wilayah dan 50.000 orang tewas atau terluka. Rusia gagal,” paparnya.
Lihat Juga :