Pejabat Kongo: Jika Rwanda Inginkan Perang, Maka Mereka Akan Dapatkan
Kamis, 16 Juni 2022 - 00:07 WIB
loading...
A
A
A
Rwanda dan Uganda selama bertahun-tahun telah menyangkal bahwa mereka mendukung gerakan pemberontak M23, yang merebut kota kunci Bunagana pada hari Senin lalu. Banyak dari anggota M23 adalah etnis Tutsi Kongo dan presiden Rwanda adalah keturunan Tutsi Rwanda. Kelompok pemberontak M23 pada gilirannya menuduh pejabat Kongo memicu xenofobia.
Sementara itu, pemerintah Rwanda menyalahkan pasukan Kongo karena melukai beberapa warga sipil dalam penembakan lintas perbatasan. Pada hari Selasa, sebuah pernyataan pemerintah Rwanda mengatakan bahwa militernya akan terus mencari jaminan bahwa serangan lintas perbatasan di wilayahnya dihentikan.
Kelompok pemberontak M23 menjadi terkenal sekitar satu dekade lalu ketika para anggotanya merebut Goma, kota terbesar di timur Kongo yang terletak di sepanjang perbatasan dengan Rwanda. Kelompok pemberontak itu berhasil diusir keluar dari Goma dan, setelah kesepakatan damai, banyak anggota M23 diintegrasikan ke dalam militer nasional Kongo.
Namun awal tahun ini pemberontak bangkit kembali, melancarkan serangan terhadap militer Kongo setelah mengatakan pemerintah telah gagal memenuhi janjinya selama satu dekade.
Baca juga: Helikopter Pasukan Perdamaian PBB Jatuh di Kongo, 8 Tewas
Pada hari Rabu, para demonstran di Goma meminta masyarakat internasional untuk campur tangan di tengah meningkatnya ketegangan.
Sementara itu, pemerintah Rwanda menyalahkan pasukan Kongo karena melukai beberapa warga sipil dalam penembakan lintas perbatasan. Pada hari Selasa, sebuah pernyataan pemerintah Rwanda mengatakan bahwa militernya akan terus mencari jaminan bahwa serangan lintas perbatasan di wilayahnya dihentikan.
Kelompok pemberontak M23 menjadi terkenal sekitar satu dekade lalu ketika para anggotanya merebut Goma, kota terbesar di timur Kongo yang terletak di sepanjang perbatasan dengan Rwanda. Kelompok pemberontak itu berhasil diusir keluar dari Goma dan, setelah kesepakatan damai, banyak anggota M23 diintegrasikan ke dalam militer nasional Kongo.
Namun awal tahun ini pemberontak bangkit kembali, melancarkan serangan terhadap militer Kongo setelah mengatakan pemerintah telah gagal memenuhi janjinya selama satu dekade.
Baca juga: Helikopter Pasukan Perdamaian PBB Jatuh di Kongo, 8 Tewas
Pada hari Rabu, para demonstran di Goma meminta masyarakat internasional untuk campur tangan di tengah meningkatnya ketegangan.
Lihat Juga :