Profil Walter Rothschild, Tokoh Yahudi yang Membuat Palestina Diduduki Israel

Jum'at, 10 Juni 2022 - 13:49 WIB
loading...
Profil Walter Rothschild,...
Tokoh Yahudi Lionel Walter Rothschild. Foto/britannica
A A A
LONDON - Lionel Walter Rothschild merupakan seorang tokoh Yahudi berkebangsaan Inggris. Pria kelahiran London, 8 Februari 1868 ini dikenal sebagai ahli zoologi Inggris dan seorang kolektor.

Dilansir dari Britannica, Walter Rothschild adalah putra tertua dari Nathan Mayer Rothschild. Dalam pendidikannya, dia sempat belajar di Universitas Bonn dan Magdalene College, Cambridge.

Sejak saat itu, dia sudah memiliki ketertarikan pada bidang zoologi. Tercatat dia memiliki berbagai koleksi hewan dan mendirikan Museum Sejarah Alam Rothschild di London.

Baca juga: Sosok Arthur Balfour, Menteri Luar Negeri Inggris yang Rugikan Palestina Lewat Deklarasi Balfour

Dalam karirnya, Rothschild pernah merambah ke dunia politik. Dia menjabat sebagai Anggota Parlemen Konservatif untuk Aylesbury pada 1899 sampai 1910.

Baca juga: Profil Mayer Amschel Rothschild, Penguasa Bisnis Perbankan Dunia

Selain itu, dia juga dikenal sebagai seorang Zionis dan teman dekat Chaim Weizmann, pemimpin gerakan Zionis.

Baca juga: Putin Ejek Barat Karena Menyebut Inflasi dengan Namanya

Pada 1917, dengan perannya yang menempati posisi tinggi di komunitas Anglo-Yahudi, dia menerima surat dari Arthur James Balfour yang kala itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Inggris.

Isinya berisi tentang pemerintah Inggris yang mendukung didirikannya permukiman orang-orang Yahudi di Palestina. Surat tersebut dikenal sebagai Deklarasi Balfour.

Surat tersebut menjadi cikal-bakal pertikaian panjang antara Israel dan Palestina, termasuk menduduki beberapa wilayahnya.

Lantas, kenapa kala itu Inggris memberi dukungan terhadap Zionisme?

Dikutip dari situs History, dukungan ini dikarenakan Inggris kala itu sedang mengalami kekhawatiran terhadap arah Perang Dunia.

Di satu sisi, pada pertengahan 1917, Inggris dan Prancis sedang mengalami kebuntuan dengan Jerman di blok barat. Selain itu, upaya mengalahkan Turki di semenanjung Gallipoli juga gagal.

Hal ini membuat Perdana Menteri David Lloyd George membuat keputusan dengan mendukung Zionisme, gerakan dari tokoh Yahudi bernama Chaim Weizmann yang menetap di Manchester.

Motif di balik keputusan ini adalah pemerintah Inggris berharap dukungan yang membantu Zionisme ini bisa memberikan timbal balik, berupa dukungan Yahudi.

Setelah Deklarasi Balfour, populasi Yahudi di Palestina meningkat secara signifikan. Akibatnya, sering terjadi kasus-kasus kekerasan yang melibatkan orang-orang Yahudi-Arab.

Ketidakstabilan daerah ini membuat Inggris menunda keputusannya tentang Palestina. Namun, setelah Perang Dunia Kedua, justru lebih banyak dukungan internasional untuk Zionisme.

Hasilnya adalah mereka mendeklarasikan diri secara resmi pada 1948 dengan mendirikan Israel.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Iran Murka Inggris Beri...
Iran Murka Inggris Beri Izin AS Gunakan Pangkalan Militer Serang Wilayahnya: Tanggung Akibatnya!
Rekomendasi
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved