Pentagon Akhirnya Ungkap Jumlah Biolab yang Didanai AS di Ukraina

Jum'at, 10 Juni 2022 - 07:47 WIB
loading...
A A A
Bulan lalu, militer Rusia mengatakan hanya tiga laboratorium di Ukraina yang memiliki tingkat keamanan yang diperlukan untuk melakukan jenis penelitian yang mereka lakukan.

Kepala Pasukan Perlindungan Radioaktif, Kimia, dan Biologi Rusia Letnan Jenderal Igor Kirillov mengutip laporan pemerintah Ukraina tentang serangkaian masalah di salah satu fasilitas di Odessa.

Dalam serangkaian pengarahan yang dimulai pada Maret, militer Rusia telah mempresentasikan bukti keterlibatan Pentagon dalam mendanai laboratorium di Ukraina.

Pada awal Mei, Kirillov menuduh Kiev melancarkan serangan biologis terhadap wilayah Lugansk yang memisahkan diri dan melakukan "eksperimen tidak manusiawi" pada pasien Ukraina.

Bukti lain menunjukkan upaya mempersenjatai drone untuk menyebarkan patogen, dan upaya menghancurkan bahan-bahan yang membahayakan setelah Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari.

Menurut Komite Investigasi Rusia, AS telah menggelontorkan lebih dari USD224 juta untuk penelitian biologi di Ukraina antara tahun 2005 dan awal 2022.

“Raksasa farmasi Barat, organisasi nirlaba dan bahkan Partai Demokrat AS terlibat dalam skema tersebut,” ungkap Moskow.

Pentagon menjelaskan, AS memiliki "persetujuan penuh" dari pemerintah Rusia untuk melibatkan "ribuan mantan ilmuwan senjata biologi Rusia untuk melakukan proyek penelitian biologi damai untuk tujuan kesehatan masyarakat."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Diancam Bunuh gegara Bela Palestina-Kecam Israel
Rekomendasi
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Diterima, Polda Metro Jaya: Itu Bukan Akhir dari Semuanya
Tegaskan Pelimpahan...
Tegaskan Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri Sah, Jamwas Kejagung: Pernah Dilakukan di Perkara Asabri
Berita Terkini
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved