Pentagon Akhirnya Ungkap Jumlah Biolab yang Didanai AS di Ukraina

Jum'at, 10 Juni 2022 - 07:47 WIB
loading...
A A A
Sebelumnya dalam dokumen tersebut, militer AS menunjukkan bahwa mereka mencoba menciptakan “pekerjaan sipil yang berkelanjutan” bagi para ilmuwan dengan “pengetahuan terkait senjata” untuk “menghapus insentif untuk mencari atau menerima pekerjaan dan pendanaan teroris atau aktor negara lainnya.”

“Keterlibatan AS dengan laboratorium biologi di Ukraina tetap merupakan upaya damai untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan nuklir dan radiologi, pengawasan penyakit, keselamatan dan keamanan bahan kimia, dan kesiapan untuk menanggapi epidemi dan pandemi seperti COVID-19,” ujar Pentagon.

Sementara itu, Pentagon menuduh Rusia dengan bantuan China, berusaha “melemahkan pekerjaan itu dengan menyebarkan disinformasi dan menabur ketidakpercayaan pada orang-orang dan institusi di seluruh dunia yang berkontribusi pada pengurangan ancaman WMD.”

China telah menanggapi briefing Rusia dengan meminta AS untuk memberikan penjelasan yang “adil, objektif, dan profesional” tentang kegiatannya.

Pentagon menegaskan Ukraina “tidak memiliki program senjata nuklir, kimia, atau biologi” dan bahwa sejumlah kecil uranium yang diperkaya tinggi (HEU) yang tersisa di lembaga penelitian di Kiev dan Kharkov “jauh di bawah jumlah yang dibutuhkan untuk memproduksi perangkat nuklir.”

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Trump Murka Houthi Serang...
Trump Murka Houthi Serang 2 Kapal Tanker Saudi, Ancam Gempur Iran Habis-habisan
Rekomendasi
Timnas Indonesia Kembali...
Timnas Indonesia Kembali ke Jakarta Besok Jelang Piala AFF 2026, Langsung Uji Coba Stadion Pakansari
Biznet Gio dan IMV Hadirkan...
Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
Berita Terkini
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved