India Tolak Kecaman OKI Atas Penghinaan Nabi Muhammad SAW

Kamis, 09 Juni 2022 - 00:06 WIB
loading...
India Tolak Kecaman...
Aksi protes mengecam penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Foto/The Times
A A A
NEW DELHI - India menolak pernyataan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang mengutuk seorang pejabat di partai yang berkuasa karena menghina Nabi Muhammad SAW .

India mengatakan pemerintahnya memiliki "penghormatan tertinggi" untuk semua agama.

Seorang juru bicara Partai Bharatiya Janata Party (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi , dan kepala tim medianya di Delhi secara terpisah membuat pernyataan kontroversial tentang Nabi Muhammad SAW dalam beberapa hari terakhir.

Kepala media dikeluarkan dari BJP sementara juru bicara diskors, tetapi krisis diplomatik telah terjadi, dengan pengguna Twitter mengancam akan memboikot produk India.

"Sekretariat Jenderal Organisasi Kerjasama Islam mengutuk keras dan mencela penghinaan terhadap Nabi Muhammad baru-baru ini oleh seorang pejabat partai yang berkuasa di India," cuit OKI pada Senin.

"Kasus penistaan ini adalah bagian dari meningkatnya kebencian dan pencemaran nama baik Islam di India," kata OKI.

Baca juga: Petinggi Partai Berkuasa India Ditangkap karena Menghina Nabi Muhammad

Pernyataan OKI juga mengangkat isu-isu lain seperti pembongkaran properti milik umat Muslim India dan meningkatnya kekerasan yang mereka alami.

"OKI meminta pihak berwenang India untuk secara tegas menangani insiden penistaan dan segala bentuk penghinaan terhadap Nabi dan Islam yang mulia ini serta untuk membawa mereka yang menghasut dan melakukan kekerasan terhadap Muslim ke pengadilan dan meminta pertanggungjawaban mereka yang berada di belakang mereka," OKI menambahkan.

Sebagai tanggapan, juru bicara Kementerian Luar Negeri India Shri Arindam Bagchi mengeluarkan pernyataan yang mengatakan pemerintah dengan tegas menolak komentar Sekretariat OKI yang tidak beralasan dan berpikiran sempit.

"Pemerintah India memberikan penghormatan tertinggi kepada semua agama," katanya.

"Tweet dan komentar ofensif yang merendahkan kepribadian religius dibuat oleh individu-individu tertentu," sambungnya.

"Mereka, dengan cara apa pun, tidak mencerminkan pandangan Pemerintah India," ujarnya seperti dikutip dari Al Araby, Rabu (8/6/2022).

Baca juga: Kepolisian Mumbai Panggil Nupur Sharma, Penghujat Nabi Muhammad

Bagchi menambahkan bahwa sudah ada tindakan keras terhadap mereka yang membuat pernyataan oleh badan terkait.

Juru bicara itu juga menuduh Sekretariat OKI sekali lagi memilih untuk membuat komentar yang memotivasi, menyesatkan, dan nakal.

"Ini hanya memperlihatkan agenda memecah belah yang dikejar atas perintah kepentingan pribadi," katanya.

"Kami akan mendesak Sekretariat OKI untuk berhenti mengejar pendekatan komunal dan menunjukkan rasa hormat kepada semua keyakinan dan agama," serunya.

Beberapa negara Arab termasuk Qatar mengecam pernyataan pejabat BJP tentang Nabi Muhammad SAW, dan pengguna Twitter telah menyerukan boikot barang-barang India.

Tweet terbaru yang menampilkan tagar #BoycottIndia dan #BoycottIndianProducts telah menyertakan referensi penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW, yang menunjukkan pengguna menanggapi insiden ini.

Baca juga: Supermarket Kuwait Boikot Produk India, Tak Terima Nabi Muhammad Dihujat

Sementara itu, tagar #BycottQatarAirways yang salah eja dilaporkan menjadi tren di India pada hari Senin, sebagai upaya untuk memaksakan boikot ekonomi di Doha.

Tetapi Marc Owen Jones, seorang spesialis disinformasi dan asisten profesor di Universitas Hamad Bin Khalifa Qatar, mengatakan ada "banyak keterlibatan akun-akun sewaan dan perilaku tipe astroturfing" di tagar.

Ini menunjukkan bahwa kemunculan tagar itu mungkin telah didorong melalui cara-cara manipulatif dalam upaya untuk memengaruhi pengguna.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Netanyahu Sebut Negara...
Netanyahu Sebut Negara Asia Ini Cinta Luar Biasa terhadap Israel
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Berita Terkini
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Infografis
Pakistan dan India Berperang,...
Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved