2 Negara Hendak Gabung, NATO Komentari Jaminan Senjata Nuklir untuk Rusia

Rabu, 08 Juni 2022 - 14:13 WIB
loading...
2 Negara Hendak Gabung,...
Wakil Sekretaris Jenderal NATO Camille Grand. Foto/icds.ee
A A A
BRUSSELS - NATO tidak berniat memberi Rusia jaminan keamanan apa pun soal penyebaran senjata nuklir di wilayah dua calon anggota terbarunya, Finlandia dan Swedia.

Pernyataan itu diungkapkan Wakil Sekretaris Jenderal NATO Camille Grand.

“Setiap negara bebas di bidang nuklir untuk menyebarkan atau tidak menggunakan senjata semacam itu. Kami tidak berbicara tentang pengaturan beberapa pembatasan prinsip pada kemungkinan tindakan aliansi,” ungkap pejabat NATO itu kepada penyiar Swiss RTS dalam wawancara yang diterbitkan pada Selasa (7/6/2022).

Baca juga: Rusia akan Perluas Definisi Pengkhianatan, Ini Rincian Hukumannya

“Setiap negara anggota NATO memutuskan masalah ini secara berdaulat. Dan sekarang tidak ada pertanyaan seperti itu. Tetapi saya tidak berpikir bahwa dalam situasi saat ini, Rusia perlu memberikan jaminan apa pun mengenai postur militer kami di wilayah tersebut,” papar dia.

Baca juga: AS Menang Kasus Penyitaan Superyacht Rusia di Fiji, Langsung Dibawa Berlayar

Negara-negara yang dulu netral, Finlandia dan Swedia telah bergegas bergabung dengan NATO di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

Baca juga: Untung Besar dari Perang, Polandia Ekspor Senjata Senilai Rp9 Triliun ke Ukraina

Rusia menyerang negara tetangganya pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina mengimplementasikan ketentuan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.

Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.

Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan NATO.

Grand mengatakan potensi aksesi Ukraina ke blok tersebut saat ini tidak ada dalam agenda. “Konflik yang sedang berlangsung harus diselesaikan sebelum Kiev akan dapat memutuskan sendiri bagaimana mereka ingin memposisikan diri dalam arsitektur keamanan Eropa,” papar dia.

Finlandia dan Swedia, meskipun secara de jure netral, telah mempertahankan hubungan dekat dan kerja sama militer dengan blok pimpinan AS selama beberapa dekade.

“Ini adalah dua mitra yang sangat dekat yang datang dengan kemampuan militer yang signifikan. Mereka juga membawa pengetahuan tentang wilayah Laut Baltik dan Laut Nordik,” ujar Grand.

Namun, potensi aksesi kedua negara ke blok itu menemui jalan buntu karena Turki, negara besar di NATO, dengan tegas menentang tawaran keanggotaan mereka.

Ankara menuduh kedua negara itu sebagai “rumah tamu bagi organisasi teroris” karena menampung anggota kelompok-kelompok Kurdi yang dilarang di Turki.

Turki sekarang ingin Helsinki dan Stockholm menekan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan kelompok lain yang dianggap teroris, serta menyerahkan beberapa tersangka ke Ankara.

Di antara tuntutan lainnya, Ankara juga ingin kedua negara mencabut pembatasan perdagangan senjata dengan Turki.

Grand menyatakan harapan bahwa perbedaan antara Turki dan dua calon negara anggota akan diselesaikan menjelang konferensi tingkat tinggi (KTT) NATO mendatang yang dijadwalkan akhir Juni.

“Kami berharap perbedaan akan diselesaikan pada waktunya untuk KTT. Penting untuk mempertimbangkan kekhawatiran Turki,” ujar Grand.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Pakai Uang Pribadi,...
Pakai Uang Pribadi, Raja Salman Undang 1.000 Muslim Seluruh Dunia Umrah termasuk Indonesia
Rekomendasi
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
10 Rahasia Puasa Asyura...
10 Rahasia Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Nomor 1 Sangat Istimewa
Berita Terkini
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved