Profil Partai Bharatiya Janata yang Berkuasa di India

Selasa, 07 Juni 2022 - 15:01 WIB
loading...
Profil Partai Bharatiya...
Para pendukung Partai Bharatiya Janata berkumpul di New Delhi, India. Foto/REUTERS
A A A
NEW DELHI - Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa di India telah menangguhkan juru bicara (jubir) Nupur Sharma setelah kasus penghinaan pada Nabi Muhammad SAW.

Sharma telah membuat pernyataan yang dianggap menghina Nabi Muhammad dalam debat di televisi.

Tak hanya itu, Kepala Media Partai BJP Naveen Jindal dipecat dari partai. Hal ini lantaran komentar yang dibuat Jindal di media sosial, yang juga menghina Nabi Muhammad.

Baca juga: Profil Nupur Sharma, Penghujat Nabi Muhammad yang Picu Kemarahan Dunia

Pernyataan Sharma dan Jindal memicu gelombang kecaman di India hingga Dunia Islam. Pada Jumat (3/6/2022), kelompok Muslim di Kota Kanpur di negara bagian Uttar Pradesh Utara memprotes pernyataan Sharma dan Jindal yang menghina Nabi Muhammad.

Baca juga: Supermarket Kuwait Boikot Produk India, Tak Terima Nabi Muhammad Dihujat

Sedangkan di luar India, reaksi keras juga disampaikan pemerintah negara Muslim, seperti Arab Saudi, Kuwait, dan Qatar.

Baca juga: Kepolisian Mumbai Panggil Nupur Sharma, Penghujat Nabi Muhammad

Penangguhan Sharma ini disambut baik Kementerian Luar Negeri Arab Saudi. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menekankan penolakan terhadap setiap pelanggaran simbol Islam, pelanggaran simbol hingga tokoh penting dari semua agama.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon juga mendesak Kementerian Luar Negeri RI untuk memanggil Duta Besar India di Jakarta.

Kemlu RI didesak meminta penjelasan mengenai pernyataan Nupur Sharma, jubir Partai Bharatiya Janata yang menghina Nabi Muhammad.

Partai Bharatiya Janata sebelumnya memiliki nama Bharatiya Jana Sangh (BJS), yang didirikan pada Oktober 1951.

Presiden pertama BJS adalah Dr Syama Prasad Mookerje. Pada pemilihan umum Parlemen India pada 1951-1952, BJS memenangkan tiga kursi.

Tahun 1967, Bharatiya Jana Sangh meraih 35 kursi dalam pemilu Lok Sabha dan muncul sebagai partai terbesar kedua di Uttar Pradesh, Haryana dan Madhya Pradesh.

Selain itu, pemerintah non-kongres dibentuk di berbagai negara bagian. Lalu pada 1971, BJS kembali berhasil memenangkan 22 kursi.

Bharatiya Jana Sangh bergabung menjadi Partai Janata pada 1977. Pada 1980, Partai Janata tidak mampu meraih prestasi lantaran hanya memenangkan 31 kursi.

Pada April 1980, tidak lama setelah pemilu, Dewan Eksekutif Nasional Partai Janata melarang anggotanya menjadi anggota ganda partai.

Akibatnya, mantan anggota BJS meninggalkan Partai Janata dan membentuk partai baru. Dengan demikian, Partai Bharatiya Janata berdiri pada 6 April 1980.

Shri Atal Bihari Vajpayee terpilih sebagai presiden pendiri BJP. Pada 1986-1990, Shri LK Advani mengambil alih posisi presiden partai untuk pertama kalinya.

Pangsa suara serta jejak BJP kian bertambah pada 1993. BJP membentangkan sayapnya di Uttar Pradesh, Delhi, Rajasthan, Himachal Pradesh, hingga Madhya Pradesh.

BJP muncul sebagai partai nasional India. Pada 1995, BJP mulai masuk negara bagian, seperti Andhara Pradesh, Karnataka, Odisha, Goa, Gujarat, dan Maharashtra.

BJP mengikuti pemilu parlemen pada 1999 sebagai penyelenggara Aliansi Demokrasi Nasional (NDA).

Partai ini mempunyai perhitungan tertinggi 183 dan Shri Atal Bihari Vajpayee menjadi Perdana Menteri untuk ketiga kalinya.

Ketika pemilihan umum pada 2014, BJP memenangkan 282 kursi di bawah kepemimpinan Narendra Modi. Lima tahun kemudian, BJP menuliskan sejarah dengan memenangkan 303 kursi Lok Sabha.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Netanyahu Sebut Negara...
Netanyahu Sebut Negara Asia Ini Cinta Luar Biasa terhadap Israel
Partai Kecoa Viral di...
Partai Kecoa Viral di India, 350.000 Orang Sudah Mendaftar, Syarat Anggota: Pengangguran dan Malas
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved