India Coba Redam Kemarahan Usai Munculnya Komentar Menghina Islam
Senin, 06 Juni 2022 - 22:48 WIB
loading...
A
A
A
Badan berpengaruh yang beranggotakan 57 negara itu mengutip keputusan terbaru untuk melarang jilbab di lembaga pendidikan di beberapa negara bagian India dan penghancuran properti Muslim untuk menyoroti apa yang dikatakannya sebagai sikap bias pemerintah India.
“Beberapa pejabat tinggi India terlibat dalam mengelola dampak diplomatic, karena negara-negara termasuk Qatar, Arab Saudi, Oman, UEA, Afghanistan, Pakistan dan Iran menuntut permintaan maaf dari pemerintah karena mengizinkan pernyataan yang menghina itu,” kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri India.
Baca: Arab Saudi Kecam Pernyataan Jubir Partai India yang Hina Nabi Muhammad
Selama akhir pekan, diplomat India yang ditempatkan di Teluk dan negara-negara Islam tetangga dipanggil oleh pejabat di negara-negara tersebut untuk memprotes komentar pejabat BJP.
Sementara itu, Angkatan Bersenjata Pakistan dalam sebuah tweet "mengutuk keras pernyataan penghujatan" oleh para pejabat India. "Tindakan keterlaluan itu sangat menyakitkan dan jelas menunjukkan tingkat kebencian yang ekstrem terhadap Muslim dan agama lain di India," sebut pernyataan tersebut.
“Beberapa pejabat tinggi India terlibat dalam mengelola dampak diplomatic, karena negara-negara termasuk Qatar, Arab Saudi, Oman, UEA, Afghanistan, Pakistan dan Iran menuntut permintaan maaf dari pemerintah karena mengizinkan pernyataan yang menghina itu,” kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri India.
Baca: Arab Saudi Kecam Pernyataan Jubir Partai India yang Hina Nabi Muhammad
Selama akhir pekan, diplomat India yang ditempatkan di Teluk dan negara-negara Islam tetangga dipanggil oleh pejabat di negara-negara tersebut untuk memprotes komentar pejabat BJP.
Sementara itu, Angkatan Bersenjata Pakistan dalam sebuah tweet "mengutuk keras pernyataan penghujatan" oleh para pejabat India. "Tindakan keterlaluan itu sangat menyakitkan dan jelas menunjukkan tingkat kebencian yang ekstrem terhadap Muslim dan agama lain di India," sebut pernyataan tersebut.
Lihat Juga :