Ilmuwan Politik Rusia Peringatkan Barat: Perang Nuklir Akan Datang!
Senin, 06 Juni 2022 - 07:49 WIB
loading...
A
A
A
Retorika perang nuklir dan Perang Dunia III ini setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan bahwa senjata baru bagian dari paket bantuan Washington akan dikirim ke Ukraina dalam beberapa hari mendatang.
Dalam sebuah pernyataan, ia mengumumkan bahwa AS akan mengirim sistem roket dan amunisi yang lebih canggih yang akan memungkinkan militer Ukraina untuk lebih tepat menyerang sasaran utama di medan perang di Ukraina.
Di antara senjata itu, rudal jarak jauh juga diyakini menjadi bagian dari paket yang akan mencapai Ukraina dalam beberapa hari ke depan.
AS sebelumnya tidak mau mengirim senjata ini karena takut dapat digunakan untuk melawan target di wilayah Rusia, mengingat kemampuan mereka untuk meluncurkan rudal pada jarak lebih dari 45 mil jauhnya.
Ukraina, bagaimanapun, telah meyakinkan AS dan menegaskan tidak akan menggunakan rudal jarak jauh untuk tujuan tersebut. Namun, seorang penasihat Presiden Volodymyr Zelensky membuat pengecualian bahwa senjata canggih itu dapat digunakan untuk menginvasi Crimea karena wilayah itu sebenarnya milik Ukraina.
Crimea menjadi bagian dari Rusia sejak 2014 setelah rakyat di wilayah itu melakukan referendum untuk berpisah dari Ukraina dan bergabung dengan Federasi Rusia. Namun, Kiev tidak mengakui referendum tersebut dan menuduh Moskow mencaplok Crimea.
Dalam sebuah pernyataan, ia mengumumkan bahwa AS akan mengirim sistem roket dan amunisi yang lebih canggih yang akan memungkinkan militer Ukraina untuk lebih tepat menyerang sasaran utama di medan perang di Ukraina.
Di antara senjata itu, rudal jarak jauh juga diyakini menjadi bagian dari paket yang akan mencapai Ukraina dalam beberapa hari ke depan.
AS sebelumnya tidak mau mengirim senjata ini karena takut dapat digunakan untuk melawan target di wilayah Rusia, mengingat kemampuan mereka untuk meluncurkan rudal pada jarak lebih dari 45 mil jauhnya.
Ukraina, bagaimanapun, telah meyakinkan AS dan menegaskan tidak akan menggunakan rudal jarak jauh untuk tujuan tersebut. Namun, seorang penasihat Presiden Volodymyr Zelensky membuat pengecualian bahwa senjata canggih itu dapat digunakan untuk menginvasi Crimea karena wilayah itu sebenarnya milik Ukraina.
Crimea menjadi bagian dari Rusia sejak 2014 setelah rakyat di wilayah itu melakukan referendum untuk berpisah dari Ukraina dan bergabung dengan Federasi Rusia. Namun, Kiev tidak mengakui referendum tersebut dan menuduh Moskow mencaplok Crimea.
(min)
Lihat Juga :