Ilmuwan Politik Rusia Peringatkan Barat: Perang Nuklir Akan Datang!

Senin, 06 Juni 2022 - 07:49 WIB
loading...
Ilmuwan Politik Rusia...
Ilmuwan politik Rusia Sergey Mikheyev memperingatkan Barat soal situasi di Ukraina yang mengarah pada perang nuklir. Foto/Channel 1 Russia
A A A
MOSKOW - Ilmuwan politik Rusia Sergey Mikheyev, melalui stasiun televisi milik negara, memperingatkan Barat tentang situasi di Ukraina yang mengarah pada perang nuklir .

Berbicara di Channel 1 Russia, dia memperingatkan bahwa senjata-senjata Barat yang terus mencapai Ukraina akan membuat perang di Ukraina meningkat menjadi Perang Dunia III.

"Perang nuklir akan datang," katanya. "[Barat] tidak mengerti apa yang terjadi selanjutnya," katanya lagi, seperti dikutip Express.co.uk, Senin (6/6/2022).

Mikheyev mengatakan negara-negara Barat terus berbicara tentang berapa banyak lagi senjata yang dikirim dan betapa menakutkannya senjata-senjata tersebut.

Baca juga: Putin Lontarkan Ancaman Mengerikan pada Ukraina soal Rudal Jarak Jauh

“Mereka semua mengatakan 'senjata mengerikan tiba di sana, mereka terus datang dan datang'," ujarnya.

“Mereka berjanji untuk tidak menggunakannya dengan cara tertentu. Tapi kemungkinan besar mereka akan tetap melakukannya," paparnya.

“Dan itu akan mengarah ke Perang Dunia III," imbuh dia.

"Kemudian kami diberitahu 'tenang, kawan, semuanya akan baik-baik saja'."

“Orang-orang itu akan mengirim senjata dan begitu juga yang lain. Mereka kemungkinan besar akan mencoba menggunakannya," ujarnya.

“Orang biasa bertanya 'Apa yang terjadi selanjutnya?' Selanjutnya datang Perang Dunia III. Perang nuklir akan datang, itu saja," paparnya.

Mengacu peringatan Mikheyev, seorang pembawa acara Channel 1 Russia juga menambahkan: “Saya muak dengan mereka [Barat]."

“Membaca tentang apa pun yang mereka lakukan selanjutnya, seperti daftar sanksi baru mereka," ujarnya.

“Jika Anda ingin berperang dengan kami, maka nyatakan perang. Kami akan menyerang pusat pengambilan keputusan dan itu tidak ada di Kiev," katanya.

“Kami tahu bahwa musuh kami adalah NATO, dan semua senjata kami dikembangkan tidak hanya untuk Ukraina, tetapi untuk konfrontasi dengan blok NATO. Kami bisa meludahi apa pun yang mereka kirim ke Ukraina," imbuh dia.

Retorika perang nuklir dan Perang Dunia III ini setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan bahwa senjata baru bagian dari paket bantuan Washington akan dikirim ke Ukraina dalam beberapa hari mendatang.

Dalam sebuah pernyataan, ia mengumumkan bahwa AS akan mengirim sistem roket dan amunisi yang lebih canggih yang akan memungkinkan militer Ukraina untuk lebih tepat menyerang sasaran utama di medan perang di Ukraina.

Di antara senjata itu, rudal jarak jauh juga diyakini menjadi bagian dari paket yang akan mencapai Ukraina dalam beberapa hari ke depan.

AS sebelumnya tidak mau mengirim senjata ini karena takut dapat digunakan untuk melawan target di wilayah Rusia, mengingat kemampuan mereka untuk meluncurkan rudal pada jarak lebih dari 45 mil jauhnya.

Ukraina, bagaimanapun, telah meyakinkan AS dan menegaskan tidak akan menggunakan rudal jarak jauh untuk tujuan tersebut. Namun, seorang penasihat Presiden Volodymyr Zelensky membuat pengecualian bahwa senjata canggih itu dapat digunakan untuk menginvasi Crimea karena wilayah itu sebenarnya milik Ukraina.

Crimea menjadi bagian dari Rusia sejak 2014 setelah rakyat di wilayah itu melakukan referendum untuk berpisah dari Ukraina dan bergabung dengan Federasi Rusia. Namun, Kiev tidak mengakui referendum tersebut dan menuduh Moskow mencaplok Crimea.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Bawa Archie dan Lilibet...
Bawa Archie dan Lilibet ke Inggris, Pangeran Harry Berharap Bisa Bertemu Raja Charles
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Berita Terkini
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved