Depot Kontainer Meledak, Lima Tewas dan Ratusan Terluka

Minggu, 05 Juni 2022 - 08:35 WIB
loading...
Depot Kontainer Meledak, Lima Tewas dan Ratusan Terluka
Lima orang tewas dan ratusan lainnya terluka setelah sebuah depot kontainer meledak. Foto/France24
A A A
DHAKA - Sedikitnya lima orang tewas dan sekitar 100 lainnya luka-luka setelah kebakaran hebat melanda sebuah depot kontainer di kota tenggara Bangladesh , Sitakunda, Minggu (5/6/2022).

"Kebakaran terjadi di fasilitas penyimpanan peti kemas di pedalaman hanya 40 kilometer di luar pelabuhan laut utama negara itu Chittagong sesaat sebelum tengah malam," kata petugas pemadam kebakaran Jalal Ahmed seperti dilansir dari France24.

Beberapa unit pemadam kebakaran bergegas ke depot untuk memadamkan api ketika ledakan besar mengguncang lokasi, melukai sejumlah orang, termasuk petugas pemadam kebakaran.

Baca juga: Banjir Landa Bangladesh dan India, Puluhan Tewas Jutaan Terlantar

Kepala dokter Chittagong Elias Chowdhury mengatakan kepada AFP bahwa sedikitnya 5 orang tewas dan sekitar 100 lainnya terluka.

Dari yang terluka, sekitar 20 orang berada dalam kondisi kritis dengan luka bakar antara 60 hingga 90 persen menutupi tubuh mereka.

Tim darurat masih bekerja untuk memadamkan api pada Minggu pagi, dan rumah sakit setempat, termasuk klinik militer, merawat yang terluka.

Ruhul Amin Sikder, juru bicara Bangladesh Inland Container Association (BICA), mengatakan beberapa kontainer di depot swasta seluas 30 hektar itu mengandung bahan kimia, termasuk hidrogen peroksida.

Baca juga: Hotel Terapung Dhaka, Penjaga Impian Kaum Miskin Bangladesh

Direktur fasilitas, yang disebut B.M. Depo Peti Kemas, Mujibur Rahman mengatakan penyebab kebakaran masih belum diketahui. Dia menambahkan fasilitas tersebut mempekerjakan sekitar 600 orang.

Pada tahun 2020, tiga pekerja tewas setelah sebuah tangki minyak meledak di depot kontainer lain di daerah tetangga Patenga.

Ada 19 depot peti kemas swasta di pedalaman di negara Asia Selatan yang menangani ekspor negara itu dan sebagian besar barang impor.

Baca juga: 4 Negara Paling Sering Banjir, Nomor 2 Ribuan Desa Menderita

(ian)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3453 seconds (11.252#12.26)