Rusia Kuasai Sebagian Besar Kota Sievierodonetsk di Ukraina Timur

Rabu, 01 Juni 2022 - 07:26 WIB
loading...
Rusia Kuasai Sebagian...
Rusia Kuasai Sebagian Besar Kota Sievierodonetsk di Ukraina Timur. FOTO/Reuters
A A A
KIEV - Ukraina mengatakan pada Selasa (31/5/2022), Rusia telah menguasai sebagian besar kota industri timur Sievierodonetsk. Menguasai Sievierodonetsk menjadi salah satu tujuan utama invasi Rusia ke Ukraina .

Setelah gagal merebut ibu kota Ukraina, Kyiv dan diusir dari Ukraina utara, kemenangan Rusia di Sievierodonetsk dan menyeberangi sungai Siverskyi Donets di Lysychansk akan membawa kendali penuh atas Luhansk, salah satu dari dua provinsi timur yang diklaim Moskow atas nama separatis.

Baca: Pasukan Rusia dan Ukraina Bertempur Hebat di Pinggiran Sievierodonetsk

Analis militer Barat mengatakan, Moskow telah menguras tenaga dan senjata dari bagian lain front timur untuk berkonsentrasi di Sievierodonetsk. Rusia juga berharap serangan besar-besaran akan mengamankan sekitar provinsi Luhansk untuk proksi separatis.

Gubernur daerah Luhansk, Serhiy Gaidai, mengatakan, hampir semua infrastruktur penting di Sievierodonetsk telah hancur dan 60 persen properti perumahan rusak dan tidak dapat diperbaiki.

“Sebagian besar Sievierodonetsk berada di bawah kendali Rusia. Kota ini tidak dikepung dan prasyarat untuk itu tidak ada,” kata Gaidai, seperti dikutip dari Reuters. “Penembakan Rusia telah membuat pengiriman bantuan atau evakuasi orang menjadi tidak mungkin,” tambahnya.

Menurut Gadai, ribuan penduduk masih terjebak di kota. “Pasukan Rusia maju menuju pusatnya, tetapi perlahan. Kemajuan Rusia dapat memaksa pasukan Ukraina untuk mundur menyeberangi sungai ke Lysychansk,” jelas Gadai.

Baca: Rusia Akan Kembalikan 152 Mayat Prajurit Batalion Azov

Ia juga memperingatkan penduduk Sievierodonetsk untuk tidak meninggalkan tempat perlindungan bom, karena apa yang dia katakan adalah serangan udara Rusia terhadap tangki asam nitrat.

Kepolisian Republik Rakyat Luhansk mengatakan pasukan Ukraina telah merusaknya. Ukraina dan separatis yang didukung Rusia saling tuding atas insiden serupa pada bulan April.

Seorang pemimpin separatis pro-Moskow mengatakan, pertempuran berkecamuk di kota itu, tetapi proksi Rusia telah maju lebih lambat dari yang diharapkan untuk "mempertahankan infrastruktur kota" dan berhati-hati di sekitar pabrik-pabrik kimianya.

"Kami dapat mengatakan bahwa sepertiga dari Sievierodonetsk sudah berada di bawah kendali kami," kata laporan kantor berita Rusia TASS, mengutip Leonid Pasechnik, pemimpin Republik Rakyat Luhansk yang pro-Moskow.

Baca: Europol Khawatir Senjata Barat di Ukraina Bisa Jatuh ke Tangan Penjahat

Sementara itu, Jan Egeland, Sekretaris Jenderal Badan Bantuan Dewan Pengungsi Norwegia yang telah lama beroperasi di luar Sievierodonetsk, mengatakan, dia merasa ngeri dengan kehancuran kota itu.

“Hingga 12.000 warga sipil tetap terjebak dalam baku tembak, tanpa akses yang cukup ke air, makanan, obat-obatan atau listrik,” kata Egeland.

"Pemboman yang hampir terus-menerus memaksa warga sipil untuk mencari perlindungan di tempat perlindungan bom dan ruang bawah tanah, dengan hanya sedikit peluang berharga bagi mereka yang mencoba melarikan diri," katanya.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Menkes Usul Penderita...
Menkes Usul Penderita TBC Dapat MBG, DPR: Wacana Tidak Masuk Akal
SNA Dorong Inovasi Ahli...
SNA Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Indonesia Sehat
Berita Terkini
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved