Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:31 WIB
loading...
Trump Kecam Pemungutan...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump mengomentari pemungutan suara Senat yang bertujuan membatasi tindakan militer AS lebih lanjut terhadap Iran kecuali diizinkan Kongres. Langkah Senat itu dilakukan seiring proses negosiasi antara AS dan Iran.

“Jadi, saya telah membuat Iran ‘terpojok,’ siap untuk jatuh, bersedia memberi kita hampir apa pun... dan Senat AS memutuskan mengadakan pemungutan suara Undang-Undang Kekuatan Perang yang tidak tepat waktu dan tidak berarti,” tulis Presiden AS Donald Trump di Truth Social.

Langkah Senat tersebut sebagian besar bersifat simbolis untuk saat ini dan tidak diharapkan untuk segera membatasi tindakan Trump. Masih diperlukan langkah-langkah lebih lanjut agar menjadi mengikat.

Memorandum kesepahaman AS-Iran tidak mendukung klaim Trump bahwa Iran “bersedia memberi kita hampir apa pun.”

Dokumen tersebut meninggalkan isu-isu kunci untuk pembicaraan lebih lanjut dan tidak memuat pembatasan yang dinyatakan pada kemampuan rudal balistik Iran.

Senat Amerika Serikat (AS) mengesahkan resolusi yang menyerukan Presiden Donald Trump menghentikan kampanye militernya terhadap Iran atau meminta persetujuan Kongres sebelum tindakan lebih lanjut diambil. Voting itu digelar seiring proses negosiasi antara AS dan Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
Viral Kabar Kanye West...
Viral Kabar Kanye West Bakal Manggung di Jakarta Oktober 2026, Netizen Antusias War Tiket!
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Berita Terkini
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved