Europol Khawatir Senjata Barat di Ukraina Bisa Jatuh ke Tangan Penjahat
Selasa, 31 Mei 2022 - 22:01 WIB
loading...
Sistem rudal antipesawat Strela-10 ditembakkan militer Ukraina saat latihan di Volyn Region, Ukraina, dalam foto yang dirilis 26 Januari 2022. Foto/Ukrainian Ground Forces Command/REUTERS
A
A
A
BRUSSELS - Kepala Europol Catherine De Bolle memperingatkan bahwa senjata yang saat ini dikirim ke Ukraina pada akhirnya bisa berakhir di tangan penjahat yang beroperasi di benua Eropa.
Dalam wawancaranya dengan surat kabar Jerman Welt am Sonntag yang diterbitkan pada Sabtu (28/5/2022), De Bolle mengatakan, “Salah satu hal yang menjadi perhatian Europol adalah keberadaan senjata yang saat ini sedang dikirim ke Ukraina.”
Dia menjelaskan, “Ketika konflik berakhir, Europol ingin mencegah situasi yang mirip dengan 30 tahun yang lalu dalam perang Balkan.”
Baca juga: Turki Siap Jadi Tuan Rumah Perundingan Baru Rusia dan Ukraina
“Senjata dari perang itu masih digunakan oleh kelompok kriminal hari ini,” papar dia.
Baca juga: Warga Pria Boleh Tinggalkan Ukraina Asal Bayar Rp73 Juta
De Bolle mencatat, “Salah satu prioritas utama Europol sekarang adalah menemukan cara di mana kita akan menghadapi situasi setelah kemungkinan berakhirnya perang.”
Baca juga: Kapal Kargo Pertama Tinggalkan Mariupol sejak Rusia Rebut Kota
“Europol akan membentuk satuan tugas internasional yang akan menangani masalah ini,” ungkap dia.
Dalam wawancaranya dengan surat kabar Jerman Welt am Sonntag yang diterbitkan pada Sabtu (28/5/2022), De Bolle mengatakan, “Salah satu hal yang menjadi perhatian Europol adalah keberadaan senjata yang saat ini sedang dikirim ke Ukraina.”
Dia menjelaskan, “Ketika konflik berakhir, Europol ingin mencegah situasi yang mirip dengan 30 tahun yang lalu dalam perang Balkan.”
Baca juga: Turki Siap Jadi Tuan Rumah Perundingan Baru Rusia dan Ukraina
“Senjata dari perang itu masih digunakan oleh kelompok kriminal hari ini,” papar dia.
Baca juga: Warga Pria Boleh Tinggalkan Ukraina Asal Bayar Rp73 Juta
De Bolle mencatat, “Salah satu prioritas utama Europol sekarang adalah menemukan cara di mana kita akan menghadapi situasi setelah kemungkinan berakhirnya perang.”
Baca juga: Kapal Kargo Pertama Tinggalkan Mariupol sejak Rusia Rebut Kota
“Europol akan membentuk satuan tugas internasional yang akan menangani masalah ini,” ungkap dia.
Lihat Juga :