Turki Siap Jadi Tuan Rumah Perundingan Baru Rusia dan Ukraina
Selasa, 31 Mei 2022 - 17:50 WIB
loading...
Presiden Turki Tayyip Erdogan menyambut negosiator Rusia dan Ukraina sebelum berpidato menjelang perundingan langsung di Istanbul, Turki, 29 Maret 2022. Foto/Murat Cetinmuhurdar/Presidential Press Office/REUTERS
A
A
A
ANKARA - Turki siap menjadi tuan rumah babak baru negosiasi antara Ukraina dan Rusia di Istanbul. Tawaran itu diungkapkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin (30/5/2022).
Erdogan membuat tawaran itu kepada Presiden Rusia Vladimir Putin selama panggilan telepon.
Proses perdamaian tampaknya membuat beberapa kemajuan sebelum pembicaraan gagal, bulan lalu.
Baca juga: Warga Pria Boleh Tinggalkan Ukraina Asal Bayar Rp73 Juta
“Presiden Erdogan menyatakan kesiapan Turki, jika pada prinsipnya disepakati oleh kedua belah pihak, untuk bertemu dengan Rusia, Ukraina dan PBB di Istanbul, dan mengambil peran dalam mekanisme pengamatan yang memungkinkan,” ungkap direktorat komunikasi kepresidenan Turki dalam pernyataan yang dilansir RT.com.
Baca juga: Mahasiswa Indonesia di Rusia Siasati Beragam Kendala akibat Sanksi Barat
Erdogan mencatat, “Perlunya langkah-langkah yang akan meminimalkan efek negatif perang dan membangun kepercayaan dengan memulihkan sesegera mungkin landasan perdamaian antara Rusia dan Ukraina.”
Erdogan membuat tawaran itu kepada Presiden Rusia Vladimir Putin selama panggilan telepon.
Proses perdamaian tampaknya membuat beberapa kemajuan sebelum pembicaraan gagal, bulan lalu.
Baca juga: Warga Pria Boleh Tinggalkan Ukraina Asal Bayar Rp73 Juta
“Presiden Erdogan menyatakan kesiapan Turki, jika pada prinsipnya disepakati oleh kedua belah pihak, untuk bertemu dengan Rusia, Ukraina dan PBB di Istanbul, dan mengambil peran dalam mekanisme pengamatan yang memungkinkan,” ungkap direktorat komunikasi kepresidenan Turki dalam pernyataan yang dilansir RT.com.
Baca juga: Mahasiswa Indonesia di Rusia Siasati Beragam Kendala akibat Sanksi Barat
Erdogan mencatat, “Perlunya langkah-langkah yang akan meminimalkan efek negatif perang dan membangun kepercayaan dengan memulihkan sesegera mungkin landasan perdamaian antara Rusia dan Ukraina.”
Lihat Juga :