Waspada, Krisis Pangan Global Meluas dari Gandum hingga Gula
Senin, 30 Mei 2022 - 16:01 WIB
loading...
A
A
A
Awal pekan ini, Kepala Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva memperingatkan ekonomi global sedang menghadapi "ujian terbesarnya sejak Perang Dunia Kedua."
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, “Tingkat kelaparan global mencapai titik tertinggi baru, dengan jumlah orang yang menghadapi kerawanan pangan parah berlipat ganda hanya dalam dua tahun, dari 135 juta orang sebelum pandemi menjadi 276 juta jiwa hari ini.”
Namun, Kepala Komersial AB Sugar China Dong Xiaoqiang mengatakan dia tidak memperkirakan kekurangan gula global tahun ini meskipun ada kekhawatiran yang meningkat.
Dia menjelaskan, India dan Thailand, masing-masing produsen gula terbesar kedua dan eksportir nomor dua di dunia, diperkirakan akan meningkatkan produksi gula mereka pada tahun 2022.
Karena itulah, dia tidak memperkirakan krisis gula global tahun ini meski ada kekhawatiran semacam itu.
"Apa yang terjadi baru-baru ini lebih merupakan pertunjukan ketegangan emosional atas pasokan makanan termasuk gula," ungkap Dong kepada media.
“Sebagian besar negara yang mengumumkan larangan ekspor adalah produsen gula kecil dengan keseimbangan yang ketat antara pasokan dan permintaan, dan tidak banyak kontrak yang dibatalkan di Brasil,” papar dia, sambil menambahkan harga masih diperkirakan akan melonjak.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, “Tingkat kelaparan global mencapai titik tertinggi baru, dengan jumlah orang yang menghadapi kerawanan pangan parah berlipat ganda hanya dalam dua tahun, dari 135 juta orang sebelum pandemi menjadi 276 juta jiwa hari ini.”
Namun, Kepala Komersial AB Sugar China Dong Xiaoqiang mengatakan dia tidak memperkirakan kekurangan gula global tahun ini meskipun ada kekhawatiran yang meningkat.
Dia menjelaskan, India dan Thailand, masing-masing produsen gula terbesar kedua dan eksportir nomor dua di dunia, diperkirakan akan meningkatkan produksi gula mereka pada tahun 2022.
Karena itulah, dia tidak memperkirakan krisis gula global tahun ini meski ada kekhawatiran semacam itu.
"Apa yang terjadi baru-baru ini lebih merupakan pertunjukan ketegangan emosional atas pasokan makanan termasuk gula," ungkap Dong kepada media.
“Sebagian besar negara yang mengumumkan larangan ekspor adalah produsen gula kecil dengan keseimbangan yang ketat antara pasokan dan permintaan, dan tidak banyak kontrak yang dibatalkan di Brasil,” papar dia, sambil menambahkan harga masih diperkirakan akan melonjak.
(sya)
Lihat Juga :