Waspada, Krisis Pangan Global Meluas dari Gandum hingga Gula
Senin, 30 Mei 2022 - 16:01 WIB
loading...
A
A
A
India dilaporkan sedang mempertimbangkan menempatkan pembatasan ekspor gula untuk pertama kalinya dalam enam tahun untuk mencegah lonjakan harga domestik.
Larangan India diperkirakan akan menargetkan pembatasan pada sekitar 10 juta ton ekspor gula musim ini.
Pekan lalu, Reuters melaporkan pabrik tebu di Brasil, produsen dan pengekspor gula terbesar di dunia, membatalkan kontrak ekspor gula dan mengalihkan produksi ke etanol dalam upaya mengambil keuntungan dari harga energi yang tinggi.
Pembatalan eskpor itu diperkirakan setara dengan 400.000 ton gula mentah.
Awal bulan ini, Pakistan memberlakukan larangan total ekspor gula, dengan alasan kekhawatiran mendalam tentang inflasi.
Pada Maret, Rusia melarang ekspor gula hingga akhir Agustus.
“Untuk gula, relatif mudah bagi pabrik Brasil mengalihkan produksi ke produksi etanol jika ekonomi masuk akal, dan ini dapat mendorong pasar gula global lebih tinggi,” ujar Darin Friedrichs, pendiri dan direktur riset pasar di Sitonia Consulting, analisis komoditas yang berbasis di Shanghai, mengatakan kepada South China Morning Post.
“Secara khusus, karena harga pangan dan energi meningkat, ada peningkatan fokus pada penggunaan pangan untuk produksi bahan bakar,” papar dia.
Larangan India diperkirakan akan menargetkan pembatasan pada sekitar 10 juta ton ekspor gula musim ini.
Pekan lalu, Reuters melaporkan pabrik tebu di Brasil, produsen dan pengekspor gula terbesar di dunia, membatalkan kontrak ekspor gula dan mengalihkan produksi ke etanol dalam upaya mengambil keuntungan dari harga energi yang tinggi.
Pembatalan eskpor itu diperkirakan setara dengan 400.000 ton gula mentah.
Awal bulan ini, Pakistan memberlakukan larangan total ekspor gula, dengan alasan kekhawatiran mendalam tentang inflasi.
Pada Maret, Rusia melarang ekspor gula hingga akhir Agustus.
“Untuk gula, relatif mudah bagi pabrik Brasil mengalihkan produksi ke produksi etanol jika ekonomi masuk akal, dan ini dapat mendorong pasar gula global lebih tinggi,” ujar Darin Friedrichs, pendiri dan direktur riset pasar di Sitonia Consulting, analisis komoditas yang berbasis di Shanghai, mengatakan kepada South China Morning Post.
“Secara khusus, karena harga pangan dan energi meningkat, ada peningkatan fokus pada penggunaan pangan untuk produksi bahan bakar,” papar dia.
Lihat Juga :