Mantan Kepala Intelijen Jerman Peringatkan Perang dengan Rusia

Sabtu, 28 Mei 2022 - 19:01 WIB
loading...
A A A
Mantan kepala intelijen itu melanjutkan dengan berargumen, bertentangan dengan apa yang dikatakan media Jerman, “Ukraina bukanlah benteng hak asasi manusia, kebebasan, perdamaian, dan nilai-nilai Barat.”

Dia juga meminta para pemimpin Jerman untuk mempertimbangkan mengapa mereka mengekspos negara itu pada “bahaya konflik nuklir.”

Jerman memiliki sekitar 119 instalasi militer Amerika di wilayahnya, menurut Maassen, yang dapat menjadi sasaran Moskow jika terjadi perang.

Dia kemudian menyamakan Jerman dengan “kapal induk Amerika dengan sekitar 80 juta penduduk asli” yang tinggal di dalamnya.

Mantan kepala intelijen juga mempertanyakan fungsi pertahanan sipil dan angkatan bersenjata Jerman sendiri jika terjadi perang, sambil berargumen bahwa masyarakat Jerman tidak siap secara mental untuk perang, karena negara tersebut tidak memiliki pengalaman kesulitan dalam beberapa dekade.

Selain itu, menurut Maassen, konfrontasi yang lebih dalam dengan Rusia tidak akan bijaksana bagi Berlin, karena Jerman bergantung pada impor gas Rusia, dan tidak menghasilkan cukup gandum dan pupuk.

“Namun demikian, Jerman mempertaruhkan keamanannya sendiri dengan mempersenjatai Ukraina,” ujar mantan pejabat itu.

“Seperti seorang somnambulist, kami berjalan dalam tidur di sini menjadi konflik,” papar dia.

“Tanpa tujuan atau rencana aksi yang jelas, siapa pun bisa menebak bagaimana ini akan berakhir di Jerman,” ungkap Maassen.

Pada akhir Februari, beberapa hari setelah Rusia menyerang Ukraina, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengumumkan Berlin akan memberi Kiev rudal anti-pesawat portabel, serta anti-tank.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Serukan Bangun Permukiman Yahudi di Gaza
Rekomendasi
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Berita Terkini
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Infografis
Yossi Cohen, Mantan...
Yossi Cohen, Mantan Kepala Mossad yang Menantang Netanyahu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved