Mantan Kepala Intelijen Jerman Peringatkan Perang dengan Rusia

Sabtu, 28 Mei 2022 - 19:01 WIB
loading...
A A A
Menurut laporan media, mengutip pejabat Ukraina yang tidak disebutkan namanya, Berlin juga telah memberi negara Eropa Timur itu 100 senapan mesin, 100.000 granat tangan, 2.000 ranjau, dan lebih dari 16 juta butir amunisi.

Saat konflik berkembang, kepemimpinan Ukraina meminta sekutu Baratnya mengirimkan senjata berat juga.

Berlin akhirnya memberikan lampu hijau untuk pengiriman kendaraan anti-pesawat Gepard, dengan Kementerian Pertahanan berjanji mengirimkan 15 kendaraan pertama pada bulan Juli.

Scholz juga telah berjanji menyumbangkan tujuh Howitzer 155-mm self-propelled 2000; namun, menurut DW, perangkat keras pertama-tama harus dioperasikan, yang berarti Kiev mungkin tidak akan menerimanya sampai musim panas.

Berlin juga telah menyetujui kesepakatan untuk pabrikan Krauss-Maffei Wegmann untuk mengirimkan beberapa lusin tank Leopard 1.

Pengiriman, bagaimanapun, menyebutkan kurangnya amunisi dan suku cadang.

Pejabat senior Ukraina, termasuk duta besar untuk Jerman, Andrey Melnik, telah berulang kali mengkritik kepemimpinan di Berlin, mengklaim pemerintah Jerman menyeret kakinya pada pengiriman persenjataan berat.

Kiev mendesak sekutunya untuk menyerahkan tank Leopard 1 dan kendaraan tempur infanteri Marder sesegera mungkin.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Kebakaran Hanguskan...
Kebakaran Hanguskan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat, Pemukim Yahudi Dievakuasi
Nah, Militer AS Tak...
Nah, Militer AS Tak Bisa Lindungi 50.000 Tentara di Timur Tengah dari Serangan Iran
Rekomendasi
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
Berita Terkini
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved