AS Sita Kargo Minyak Iran di Dekat Yunani
Kamis, 26 Mei 2022 - 19:33 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 2020, Washington menyita empat kargo bahan bakar Iran yang menuju Venezuela dan memindahkannya dengan bantuan mitra asing yang dirahasiakan ke dua kapal lain yang kemudian berlayar ke Amerika Serikat.
Penyitaan itu terjadi setelah pengadilan distrik AS mengeluarkan perintah untuk pengiriman kargo dalam kasus perampasan perdata.
Baca juga: Komandan IRGC: Kematian Semua Pemimpin AS Tak Cukup Balas Kematian Soleimani
Pemerintahan Presiden Joe Biden telah terlibat dalam pembicaraan tidak langsung untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 yang ditanggalkan mantan Presiden Donald Trump. Menurut kesepakatan itu kekuatan dunia mencabut sanksi keuangan internasional terhadap Teheran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya.
Sementara pembicaraan tampaknya hampir menghidupkan kembali kesepakatan nuklir pada bulan Maret, itu terhenti karena tuntutan Rusia pada menit-menit terakhir dan apakah Washington mungkin akan mengeluarkan Garda Revolusi dari daftar terorismenya.
Utusan Washington untuk Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa peluang untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir itu telah goyah, dan Washington siap untuk memperketat sanksi terhadap Iran.
Penyitaan itu terjadi setelah pengadilan distrik AS mengeluarkan perintah untuk pengiriman kargo dalam kasus perampasan perdata.
Baca juga: Komandan IRGC: Kematian Semua Pemimpin AS Tak Cukup Balas Kematian Soleimani
Pemerintahan Presiden Joe Biden telah terlibat dalam pembicaraan tidak langsung untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 yang ditanggalkan mantan Presiden Donald Trump. Menurut kesepakatan itu kekuatan dunia mencabut sanksi keuangan internasional terhadap Teheran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya.
Sementara pembicaraan tampaknya hampir menghidupkan kembali kesepakatan nuklir pada bulan Maret, itu terhenti karena tuntutan Rusia pada menit-menit terakhir dan apakah Washington mungkin akan mengeluarkan Garda Revolusi dari daftar terorismenya.
Utusan Washington untuk Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa peluang untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir itu telah goyah, dan Washington siap untuk memperketat sanksi terhadap Iran.
(ian)
Lihat Juga :