Bawa-bawa Nabi Muhammad, Presiden Mesir Suruh Rakyat Makan Daun saat Harga Melambung
Kamis, 26 Mei 2022 - 10:25 WIB
loading...
Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi menyerukan rakyatnya makan daun-daunan dari pohon saat harga pangan melambung. Foto/REUTERS
A
A
A
KAIRO - Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi menyerukan rakyatnya makan daun-daunan dari pohon saat harga pangan melambung. Menurutnya, itulah yang pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW .
"Sisi mengatakan bahwa dia tidak khawatir bahwa seseorang akan mengatakan bahwa satu kilo okra berharga 100 pound Mesir karena orang Mesir sadar bahwa para sahabat Nabi SAW terjebak dengan Rasulullah di pinggiran Makkah selama 3 tahun sampai mereka makan daun. Mereka tidak meminta makanan kepada Rasul atau agar Bumi meledakkan [kekayaan] dari bawah," tulis Al-Jazeera.netMesir di Twitter mengutip pernyataan Sisi baru-baru ini.
Tweet tersebut mengacu pada pengepungan terhadap Muslim oleh kaum Quraisy, di mana itu berakhir dengan istri pertama Nabi; Khadijah, sakit dan mereka kehilangan semua kekayaan mereka. Tahun itu dikenal sebagai Tahun Kesedihan dan merupakan tahun tersusah dalam hidup Nabi SAW.
Baca juga: Taktik Mesir Normalisasi Arab Saudi-Israel dengan Libatkan Mesir
Al-Sisi, menurut laporan Al-Jazeera.net, melanjutkan dengan mengatakan bahwa selama ini umat Islam tidak mengeluh, menyarankan bahwa orang Mesir harus bersabar dan tidak menuntut solusi segera.
Pada bulan Maret Mesir beralih ke Dana Moneter Internasional (IMF) untuk ketiga kalinya dalam enam tahun untuk mengajukan pinjaman ketika negara itu bergulat dengan korupsi, pandemi virus corona global dan sekarang perang Rusia di Ukraina.
Analis telah memperkirakan bahwa kenaikan lebih lanjut dalam harga bahan bakar dan makanan kemungkinan akan memicu kerusuhan sipil di Mesir di mana sepertiga dari populasi hidup di bawah garis kemiskinan.
"Sisi mengatakan bahwa dia tidak khawatir bahwa seseorang akan mengatakan bahwa satu kilo okra berharga 100 pound Mesir karena orang Mesir sadar bahwa para sahabat Nabi SAW terjebak dengan Rasulullah di pinggiran Makkah selama 3 tahun sampai mereka makan daun. Mereka tidak meminta makanan kepada Rasul atau agar Bumi meledakkan [kekayaan] dari bawah," tulis Al-Jazeera.netMesir di Twitter mengutip pernyataan Sisi baru-baru ini.
Tweet tersebut mengacu pada pengepungan terhadap Muslim oleh kaum Quraisy, di mana itu berakhir dengan istri pertama Nabi; Khadijah, sakit dan mereka kehilangan semua kekayaan mereka. Tahun itu dikenal sebagai Tahun Kesedihan dan merupakan tahun tersusah dalam hidup Nabi SAW.
Baca juga: Taktik Mesir Normalisasi Arab Saudi-Israel dengan Libatkan Mesir
Al-Sisi, menurut laporan Al-Jazeera.net, melanjutkan dengan mengatakan bahwa selama ini umat Islam tidak mengeluh, menyarankan bahwa orang Mesir harus bersabar dan tidak menuntut solusi segera.
Pada bulan Maret Mesir beralih ke Dana Moneter Internasional (IMF) untuk ketiga kalinya dalam enam tahun untuk mengajukan pinjaman ketika negara itu bergulat dengan korupsi, pandemi virus corona global dan sekarang perang Rusia di Ukraina.
Analis telah memperkirakan bahwa kenaikan lebih lanjut dalam harga bahan bakar dan makanan kemungkinan akan memicu kerusuhan sipil di Mesir di mana sepertiga dari populasi hidup di bawah garis kemiskinan.
Lihat Juga :