Soros: Kalahkan Putin Secepat Mungkin untuk Selamatkan Peradaban Kita

Rabu, 25 Mei 2022 - 13:17 WIB
loading...
Soros: Kalahkan Putin...
Miliarder pemodal George Soros. Foto/REUTERS
A A A
DAVOS - Kecuali Rusia dikalahkan di Ukraina dengan cepat, Barat seluruhnya tidak akan mampu mengatasi perubahan iklim tepat waktu untuk menyelamatkan peradaban.

Miliarder pemodal George Soros mengatakan hal itu dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada Selasa (24/5/2022).

Dia juga menyebut Rusia dan China sebagai ancaman terbesar bagi konsepnya tentang masyarakat terbuka.

Baca juga: Negarawan AS: Rusia Bisa Keluar dari Eropa dan Jadi Sekutu Permanen China

“Rusia mengirim pasukan ke Ukraina mungkin merupakan awal dari Perang Dunia Ketiga dan peradaban kita mungkin tidak akan bertahan,” ujar Soros kepada WEF.

Baca juga: Memalukan dan Semrawut! Pentagon Pasang Bendera Ukraina secara Terbalik

Dia menambahkan, “Bahkan ketika pertempuran di sana berhenti, situasinya tidak akan pernah kembali seperti sebelumnya.”

Baca juga: Ukraina Sesumbar Bisa Memasuki Krimea pada Akhir Tahun

“Invasi terjadi di tengah perjuangan antara dua sistem pemerintahan yang bertentangan satu sama lain: masyarakat terbuka dan masyarakat tertutup, yang pertama diwujudkan oleh Barat dan yang kedua oleh Rusia dan China,” ujar dia.

Soros (91) mengenang "hari-hari yang menyenangkan" dari disintegrasi Uni Soviet, ketika kekayaannya meningkat ke titik di mana dia dapat menghabiskan USD300 juta setahun pada tahun 1987.

Mengenai yayasannya di Eropa Timur, dia mengaku, "Ternyata lebih sukses daripada harapan saya."

Dia berpendapat, “Gelombang mulai berubah setelah serangan 9/11 tahun 2001, dan rezim represif sekarang berkuasa dan masyarakat terbuka dikepung, dengan China dan Rusia mewakili ancaman terbesar.”

Soros optimis tentang bagaimana pertarungan itu berlangsung. Menurutnya, pasukan Rusia diharapkan akan disambut sebagai pembebas dan muncul sebagai pemenang dalam beberapa hari atau pekan, tetapi Ukraina mampu "mengalahkan" mereka dengan bantuan AS dan NATO.

Sementara itu, dia mengklaim Pemimpin China Xi Jinping telah merusak legitimasinya dengan lockdown Covid-19 di Shanghai dan di tempat lain.

Namun, yang benar-benar mengkhawatirkan Soros adalah konflik di Ukraina mengganggu agenda lingkungan, yang berarti perubahan iklim mungkin tidak dapat diubah lagi.

“Itu bisa menjadi akhir dari peradaban kita,” ujar dia.

Soros bersikeras, “Kita harus memobilisasi semua sumber daya kita untuk mengakhiri perang lebih awal.”

“Cara terbaik dan mungkin satu-satunya untuk melestarikan peradaban kita adalah mengalahkan Putin sesegera mungkin,” tegas dia.

Pada Senin, mantan diplomat tinggi AS Henry Kissinger mendesak WEF menengahi perdamaian di Ukraina dalam dua bulan ke depan, sebelum Rusia didorong ke dalam "aliansi permanen dengan China" yang akan mengacaukan Eropa.

“Rusia selama 400 tahun telah menjadi bagian penting dari Eropa,” ujar Kissinger yang berusia 98 tahun.

Dia memperingatkan mereka yang mencari “kekalahan” Rusia.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Helikopter Perusahaan...
Helikopter Perusahaan Minyak Arab Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Rekomendasi
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Jerman Ditahan Paraguay...
Jerman Ditahan Paraguay hingga Extra Time, Laga Berlanjut ke Adu Penalti
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved