Tentara Rusia Ini Dihukum Penjara Seumur Hidup oleh Ukraina

Selasa, 24 Mei 2022 - 11:01 WIB
loading...
Tentara Rusia Ini Dihukum...
Tentara Rusia Vadim Shishimarin. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Tentara Rusia Vadim Shishimarin dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena kejahatan perang oleh pengadilan di Kiev, Ukraina.

Jaksa menuduh sersan berusia 21 tahun itu menembak mati seorang warga sipil tua di timur laut Wilayah Sumy Ukraina selama hari-hari pertama serangan militer Rusia, yang diluncurkan pada Februari.

Prajurit Rusia itu menerima hukuman seberat mungkin sesuai hukum Ukraina, karena hukuman mati telah dilarang di negara itu sejak 2000.

Baca juga: Lavrov Ungkap Strategi Geopolitik Rusia, Sebut Barat Diktator

“Shishimarin telah melanggar aturan dan kebiasaan perang dan harus dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup," tegas hakim Ukraina, dilansir RT.com.

Baca juga: Anggota NATO akan Kirim Rudal Anti-Kapal Harpoon ke Ukraina, Ini Kehebatannya

Pengacara Shishimarin mengatakan mereka akan mengajukan banding atas putusan tersebut, dengan rencana ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa jika pengadilan Ukraina yang lebih tinggi menegakkan hukuman tersebut.

Baca juga: Hendak Diserbu Israel, Pemimpin Kristen Seru Semua Rakyat Palestina Bentengi Masjid Al Aqsa

Sebelumnya pada Senin (23/5/2022), juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Moskow prihatin dengan pengadilan tentara tersebut, terutama mengingat Rusia saat ini tidak memiliki kemampuan “melindungi kepentingannya di lokasi.”

Lembaga Rusia saat ini tidak dapat melakukan kegiatan mereka di Ukraina, menurut Peskov.

“Tetapi ini tidak berarti kami tidak akan mempertimbangkan kemungkinan melanjutkan upaya (untuk membantu prajurit) melalui saluran lain,” ujar dia.

Sejak awal konflik, Rusia bersikeras militernya tidak menargetkan warga sipil, dan hanya menyerang pasukan Ukraina dan infrastruktur militer.

Moskow sendiri telah meluncurkan banyak kasus kriminal terhadap anggota militer Ukraina atas penganiayaan tawanan perang Rusia, penembakan daerah permukiman di Donbass dan di dalam Rusia, serta pelanggaran lainnya.

Rusia melancarkan serangan terhadap Ukraina pada akhir Februari, menyusul kegagalan Kiev menerapkan ketentuan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan Moskow atas kemerdekaan republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.

Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.

Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.

Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved