20.000 Apartemen Warga Palestina di Yerusalem Terancam Dibongkar Israel

Senin, 23 Mei 2022 - 21:00 WIB
loading...
20.000 Apartemen Warga...
Alat berat Israel menghancurkan gedung dua lantai milik warga Palestina di Yerusalem pada 10 Mei 2022. Foto/Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency
A A A
YERUSALEM - Lebih dari 20.000 apartemen milik warga Palestina di kota Yerusalem terancam dibongkar pemerintah kota Israel.

Menteri Urusan Yerusalem Otoritas Palestina Fadi Al-Hadmi memperingatkan hal itu di tengah ketegangan yang meningkat di kota Yerusalem.

Peringatan meningkatnya laju perpindahan dan pembersihan etnis terhadap penduduk Palestina oleh Israel itu diungkapkan Al-Hadmi.

Baca juga: Pemerintah dan Pengadilan Israel Berselisih Soal Ibadah Yahudi di Kompleks Masjid Al Aqsa

Dia mengatakan otoritas pendudukan Israel telah menghancurkan hampir 500 bangunan tempat tinggal warga Palestina di Yerusalem selama dua tahun terakhir.

Baca juga: Pemerintahan Israel Tak Jadi Bubar, Anggota Parlemen Arab Kembali ke Koalisi

Al-Hadmi mencatat kota Yerusalem Barat telah secara signifikan meningkatkan kebijakan memaksa warga Palestina meruntuhkan rumah milik sendiri sejak awal tahun.

Baca juga: Jenderal Top AS: Potensi Konflik antara Kekuatan Besar Meningkat

“Pihak berwenang Israel meningkatkan aktivitas permukiman mereka di Yerusalem Timur yang diduduki, dengan memperluas permukiman yang ada, dan menghubungkan permukiman melalui serangkaian jalan, terowongan dan jembatan,” ungkap dia, dilansir Memo.

“Dalam skema Yudaisasi yang berusaha mengubah wajah kota Palestina, sejumlah proyek dan undang-undang pendudukan berbahaya telah muncul selama periode terakhir, termasuk apa yang disebut proyek Pusat Kota, yang merupakan salah satu skema Israel paling berbahaya yang menargetkan pusat-pusat yang paling penting dan wilayah yang luas," ujar dia.

Dia menunjukkan proyek permukiman Israel di Yerusalem, yang merupakan salah satu proyek paling berbahaya yang telah dan sedang dilaksanakan bertujuan merebut lebih banyak properti Palestina, melalui apa yang disebut Absentee Property Law.

Menurut dia, proyek Israel itu juga bertujuan melenyapkan landmark Arab dan Palestina.

Dia juga memperingatkan serangkaian kejahatan Israel di kota Yerusalem berlanjut tanpa pencegahan atau pertanggungjawaban.

"Kami menegaskan bahwa merusak Masjid Al-Aqsa yang diberkati adalah kejahatan yang bertentangan dengan hukum internasional, dan status quo di kota itu, di mana serangan terhadap jamaah dan penyerbuan, selain memecah masjid yang diberkati secara temporal dan spasial, telah mencapai tahap lanjut dengan mengusir jamaah dan mengendalikan masuknya jamaah ke masjid serta mengintensifkan serbuan pemukim,” pungkas dia.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Orchestra Experience...
Orchestra Experience Hadirkan Konser Mahakarya Klasik dan Lagu Hits Dunia dalam Nuansa Cahaya Lilin
5 Peserta Meninggal...
5 Peserta Meninggal Dunia, Kemhan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
Berita Terkini
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved