PBB Akui Ekspor Rusia Dapat Atasi Krisis Pangan Global

Kamis, 19 Mei 2022 - 20:03 WIB
loading...
PBB Akui Ekspor Rusia...
Mesin-mesin dioperasikan untuk memanen gandum di lahan pertanian di Rusia. Foto/REUTERS
A A A
NEW YORK - Produk makanan dan pupuk dari Rusia, Ukraina dan Belarusia harus diizinkan di pasar dunia jika komunitas global ingin membendung krisis pangan yang sedang berlangsung.

Pernyataan tegas itu diungkapkan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada pertemuan tingkat menteri tentang ketahanan pangan global pada Rabu (18/5/2022).

“Mari kita perjelas, tidak ada solusi yang lebih efektif untuk krisis pangan tanpa reintegrasi produksi pangan Ukraina, serta makanan dan pupuk yang diproduksi oleh Rusia dan Belarusia, ke pasar dunia,” tegas dia, dilansir RT.com.

Baca juga: Rusia Ungkap Tanggal Produksi Jet Tempur Generasi Baru, Catat Tahunnya

Awal bulan ini, Guterres memperingatkan seperlima umat manusia berada dalam risiko kemiskinan dan kelaparan karena situasi saat ini di pasar gandum, dengan harga gandum melonjak menyusul sanksi Barat yang dikenakan pada Rusia dan Belarusia.

Baca juga: Erdogan Sebut Swedia Sarang Teroris, Ancam Veto Upaya Gabung NATO

Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini menyatakan ancaman kelaparan global adalah hasil dari “obsesi sanksi” Barat.

Baca juga: Amerika Serikat Gempar, Deteksi Kasus Pertama Penyakit Langka

Menurut Guterres, alih-alih menjadi satu-satunya penyebab krisis pangan saat ini, operasi militer Rusia telah menambah masalah yang sudah mempengaruhi situasi, yaitu perubahan iklim dan pandemi Covid-19.

Rusia, Ukraina dan Belarusia, tegas dia, adalah pemimpin dalam produksi pupuk dan produk makanan, yang tidak boleh diabaikan.

Guterres menunjukkan Moskow harus berhenti memblokir ekspor makanan dari pelabuhan Ukraina.

“Pada saat yang sama, pupuk dan produk makanan dari Rusia juga harus masuk ke pasar dunia tanpa hambatan,” ujar dia.

“Saya berhubungan dekat tentang masalah ini dengan Federasi Rusia, Ukraina, Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa, serta sejumlah negara penting lainnya. Saya yakin perjalanan masih panjang,” papar pejabat itu.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken membantah tudingan bahwa sanksi terhadap Rusia menjadi alasan memburuknya situasi pangan di dunia.

Dia menunjukkan Washington telah membuat pengecualian pada tindakan pembatasan untuk pupuk dan produk pertanian.

Dia menambahkan organisasi internasional dan otoritas dari berbagai negara terkait dapat bekerja sama untuk membuka koridor ekspor makanan yang aman dari wilayah Ukraina, baik melalui darat maupun laut.

Namun, juru bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov baru-baru ini mengatakan pelabuhan Ukraina "dipenuhi ranjau" dan menimbulkan bahaya bagi pelayaran sampai ranjau-ranjau itu dibersihkan.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Danone Indonesia Dorong...
Danone Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Praktik Bisnis Berkelanjutan
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Berita Terkini
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Infografis
Ukraina Akui Jet tempur...
Ukraina Akui Jet tempur F-16 AS Tak Bisa Tandingi Su-35 Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved