Data Penerbangan Ungkap Pesawat China Eastern Sengaja Jatuh

Rabu, 18 Mei 2022 - 13:04 WIB
loading...
Data Penerbangan Ungkap...
Tim penyelamat bekerja di lokasi jatuhnya China Eastern Airlines Boeing 737-800 di Wuzhou, Guangxi Zhuang, China, 24 Maret 2022. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - Penyelidik Amerika Serikat (AS) yakin seseorang di dalam pesawat dengan sengaja mengakibatkan jatuhnya China Eastern pada Maret.

Wall Street Journal melaporkan dugaan itu pada Selasa (17/5/2022). Musibah itu menjadi bencana udara paling mematikan di China dalam beberapa dekade.

Penerbangan China Eastern MU5375 sedang melakukan perjalanan dari Kunming ke Guangzhou pada 21 Maret ketika secara misterius jatuh dari ketinggian 29.000 kaki ke lereng gunung, menewaskan semua 132 orang di dalamnya.

Baca juga: Kapal Induk Ketiga China Segera Hadir, Latihan Perang Makin Gencar

Apa yang disebut kotak hitam perekam data penerbangan yang ditemukan dari situs itu dikirim ke Amerika Serikat untuk dianalisis.

Baca juga: Intel Rusia: AS Terus Rekrut Teroris ISIS untuk Berperang di Ukraina

“Data itu menunjukkan seseorang, mungkin seorang pilot atau seseorang yang memaksa masuk ke kokpit, memberi perintah untuk mengirim Boeing 737-800 agar menukik,” papar Wall Street Journal (WSJ), mengutip orang-orang yang mengetahui penyelidikan tersebut.

Baca juga: Anggota Kongres: Bantuan AS ke Ukraina Mirip Skema Pencucian Uang

"Pesawat itu melakukan apa yang diperintahkan oleh seseorang di kokpit," ungkap WSJ mengutip "seseorang yang akrab dengan penilaian awal pejabat Amerika."

“Para pejabat AS yakin kesimpulan mereka didukung fakta bahwa penyelidik China sejauh ini tidak mengindikasikan adanya masalah dengan pesawat atau kontrol penerbangan yang dapat menyebabkan kecelakaan itu dan perlu ditangani dalam penerbangan mendatang,” ungkap surat kabar itu.



Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS dan Boeing menolak mengomentari penyelidikan tersebut kepada kantor berita AFP, Selasa.

“Menurut laporan dari Boeing, penyelidik tidak menemukan bukti sesuatu yang abnormal," ungkap Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) pada April.

Dalam pernyataan, CAAC mengatakan staf telah memenuhi persyaratan keselamatan sebelum lepas landas.

Pesawat itu tidak membawa barang-barang berbahaya dan tampaknya tidak mengalami cuaca buruk, meskipun badan itu mengatakan penyelidikan penuh bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Segera setelah kecelakaan itu, Partai Komunis China yang berkuasa bergerak cepat untuk mengendalikan informasi, menghidupkan mesin sensornya ketika outlet media dan penduduk setempat berlomba ke lokasi kecelakaan.

Tindakan ini mempertahankan cengkeramannya yang kuat atas narasi, dengan penyelidikan awal meninggalkan pertanyaan-pertanyaan kunci yang belum terjawab.

Setelah kejadian fatal di dekat kota selatan Wuzhou, pihak berwenang dengan cepat menutup area yang luas dan regulator internet China mengumumkan telah menghapus sejumlah besar "informasi ilegal" tentang kecelakaan itu dari web yang dikontrol ketat China.

Tagar media sosial yang memuat nomor penerbangan pesawat tampaknya disensor.

Kecelakaan itu adalah yang paling mematikan di China dalam sekitar 30 tahun dan merusak catatan keselamatan penerbangan negara tersebut.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Israel Setujui RUU Larang...
Israel Setujui RUU Larang Seruan Azan, Hakim Agung Palestina: Serangan Terhadap Umat Islam
Dipaksa Trump, Israel...
Dipaksa Trump, Israel Hentikan Serangan ke Iran tapi Tidak ke Lebanon
Rekomendasi
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Berita Terkini
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved