4 Alasan Singapura Tolak UAS, Nomor 2 Dianggap Dukung Aksi Bom Bunuh Diri

Rabu, 18 Mei 2022 - 06:06 WIB
loading...
4 Alasan Singapura Tolak...
Singapura tolak Ustadz Abdul Somad. Foto/Kolase/Sindonews
A A A
JAKARTA - Kabar mencengangkan datang dari penceramah kondang Ustadz Abdul Somad . Sosok yang akrab di sapa UAS ini ditolak masuk oleh pihak imigrasi Singapura .

Sontak kebijakan Singapura ini pun mengundang reaksi. Pihak Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura langsung melakukan komunikasi dengan Immigration and Checkpoints Authority (ICA) Singapura.

“Penolakan (refusal of entry) didasarkan alasan tidak eligible untuk mendapatkan ijin masuk berdasarkan kebijakan imigrasi (being ineligible for the issue of a pass under current immigration policies),” jelas KBRI Singapura.

“Penolakan dilakukan kepada ASB dan 6 anggota rombongannya,” papar laporan KBRI Singapura.

Sekedar informasi, otoritas Singapura menyebut UAS dengan inisial ASB.

Baca juga: Ustaz Abdul Somad Tidak Diizinkan Masuk Singapura Gara-gara Statusnya

Belakangan Kementerian Dalam Negeri (MHA) Singapura membenarkan kabar penolakan Ustadz Abdul Somad Batubara (Somad) masuk ke negara itu. UAS tiba di Terminal Feri Tanah Merah Singapura pada 16 Mei 2022 dari Batam dengan enam orang pendamping perjalanan.

Dalam penjelasannya, pihak MHA memberikan sejumlah poin yang menjadi alasan Singapura menolak UAS masuk ke negara itu seperti disitir Sindonews dari situs MHA Singapura, Rabu (18/5/2022).

1. Ustad Somad mengajarkan ekstrimis dan segresi

Pernyataan resmi MHA, yang dimuat dalam situs resminya, mengatakan salah satu poin penolakan terhadap UAS adalah mengajarkan ekstrimis dan segresi.

“Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura. Misalnya, Somad telah mengkhotbahkan bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi ‘syahid.”

2. UAS dianggap mendukung aksi bom bunuh diri

Poin lain yang menjadi dasar pemerintah Singapura menolak UAS karena yang bersangkutan dianggap mendukung aksi bom bunuh diri.

Dalam pernyataannya, MHA merujuk pada khotbah UAS yang menyatakan aksi bom bunuh diri dalam konteks konflik Israel-Palestina adalah sah dan dianggap sebagai operasi syahid.

3. Merendahkan anggota komunitas agama lain dan menyebut non Muslim sebagai kafir

MHA juga mengungkapkan alasan lain penolakan Negeri Singa itu terhadap UAS karena pria berusia 44 tahun itu merendahkan anggota komunitas agama lain.

MHA pun kembali merujuk pada ceramah UAS yang menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal jin kafir.

Selain itu, MHA juga menyatakan pernyataan UAS yang menyebut non-Muslim sebagai kafir sebagai alasan penolakan lainnya.

4. Masuk Singapura dengan berpura-pura kunjungan sosial

Dalam pernyataannya, MHA menyatakan UAS berusaha memasuki Singapura dengan berpura-pura untuk kunjungan sosial.

MHA menegaskan bahwa pemerintah Singapura memandang serius siapa pun yang menganjurkan kekerasan dan/atau mendukung ajaran ekstrimis dan segresi.

"Somad dan teman perjalanannya ditolak masuk ke Singapura," tegas MHA dalam pernyataannya.

Baca juga: Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk, Berikut Ini Alasan Tegas Singapura

Sementara itu UAS dalam pernyataannya dikanal YouTube Hai Guys menyatakan bahwa kedatangannya ke Singapura untuk berlibur.

"Saya ke Singapura mau jalan-jalan. Sekarang kan liburan," kata UAS.

Ia ke Singapura membawa istrinya Fatimah Az Zahra dan putranya yang baru berusia tiga bulan. UAS sendiri diajak ke Singapura oleh temannya yang juga membawa serta keluarganya.

"Saya bilang ke pihak imigrasi Singapura, bahwa saya mau jalan-jalan bukan untuk pengajian. Saya bukan mau kampanye pilpres," ucap pria asal Asahan, Sumatera Utara itu.

Baca juga: Dideportasi dari Singapura, UAS: Saya Mau Liburan Bukan Kampanye Pilpres

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
Meski Fokus Perang Iran,...
Meski Fokus Perang Iran, AS Tak Akan Berpaling dari Asia Pasifik
Menhan AS Tegaskan Tak...
Menhan AS Tegaskan Tak akan Lagi Subsidi Negara-negara Kaya
Alex Saab, Eks Menteri...
Alex Saab, Eks Menteri Venezuela Sekutu Maduro, Diusir ke AS untuk Kedua Kalinya
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Berita Terkini
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Infografis
4 Pemain yang Mencetak...
4 Pemain yang Mencetak Gol Bunuh Diri di Piala Asia 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved