PM Kamboja Desak Junta Myanmar Beri Akses ke Aung San Suu Kyi

Rabu, 04 Mei 2022 - 13:00 WIB
loading...
PM Kamboja Desak Junta...
PM Kamboja Desak Junta Myanmar Beri Akses ke Aung San Suu Kyi. FOTO/Reuters
A A A
PHNOM PENH - Perdana Menteri Kamboja Hun Sen telah mendesak jenderal tertinggi Myanmar Min Aung Hlaing untuk mengizinkan akses bagi utusan khusus Asia Tenggara untuk menemui pemimpin terguling Aung San Suu Kyi . Ini adalah seruan yang paling keras sejauh ini kepada kepala junta untuk menunjukkan komitmen terhadap proses perdamaian regional.

Hun Sen, ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), dalam panggilan video pada Senin (2/5/2022) mengatakan kepada Min Aung Hlaing, bahwa sangat penting utusan itu bertemu dengan semua pemangku kepentingan di Myanmar, termasuk Aung San Suu Kyi, yang dalam beberapa bulan terakhir telah dihukum karena korupsi dan penghasutan.

Baca: Aung San Suu Kyi Divonis Penjara 5 Tahun karena Kasus Korupsi

Myanmar berada dalam kekacauan sejak Min Aung Hlaing memimpin kudeta terhadap pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi 15 bulan lalu.

"Konsensus" perdamaian Myanmar lima poin ASEAN, yang didukung oleh PBB dan negara-negara besar, tetap menjadi satu-satunya inisiatif diplomatik formal yang dimainkan. Tetapi, para pemimpin regional frustrasi dengan apa yang mereka lihat sebagai penghalang dari junta.

"Dia menekankan kembali pentingnya akses bagi utusan khusus untuk bertemu semua pihak terkait di Myanmar untuk menciptakan lingkungan yang kondusif guna memulai dialog politik yang inklusif," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Kamboja tentang panggilan Hun Sen, seperti dikutip dari Reuters.

Baca: Pengacara Aung San Suu Kyi Mengaku Dibungkam oleh Junta Militer Myanmar

Seagai tanggapan, Min Aung Hlaing berjanji untuk memfasilitasi pertemuan dengan pihak terkait lainnya. Ia juga menyatakan, pihak berwenang Myanmar memfasilitasi distribusi bantuan kemanusiaan. Seorang juru bicara penguasa militer Myanmar tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sebelumnya, ASEAN telah melarang para jenderal Myanmar menghadiri pertemuan-pertemuan utamanya, termasuk pertemuan puncak mendatang di Amerika Serikat, sampai militernya mengakhiri permusuhan, memungkinkan dialog dan akses kemanusiaan.

Junta telah mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen pada kesepakatan tersebut, tetapi memiliki kewajiban untuk memastikan keamanan.

Baca: Hukuman Aung San Suu Kyi Ditambah 4 Tahun Penjara Lagi

Panggilan Hun Sen mengikuti perjalanan ke Myanmar pada bulan Maret oleh utusan, menteri luar negerinya, Prak Sokhonn, sebuah kunjungan yang menurut para aktivis dan pemerintah bayangan disukai junta karena dia tidak bertemu pihak lain dalam konflik.

Setelah kunjungan itu, Prak Sokhonn mengatakan, dia mencari akses ke Aung San Suu Kyi, tetapi ditolak. Dua bulan sebelumnya, dia mengkritik desakan utusan sebelumnya pada akses Aung San Suu Kyi sebagai "tidak produktif".
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
Daftar 11 Pemimpin ASEAN...
Daftar 11 Pemimpin ASEAN yang Paling Sering Bepergian ke Luar Negeri, Prabowo Nomor Satu
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved