Terungkap, EgyptAir Jatuh Tewaskan 66 Orang Gara-gara Pilot Merokok

Kamis, 28 April 2022 - 07:47 WIB
loading...
Terungkap, EgyptAir...
Mohamed Said Shoukair, pilot EgyptAir disalahkan dalam tragedi jatuhnya pesawat yang tewaskan 66 orang karena dia merokok di kokpit. Foto/Facebook via The Sun
A A A
KAIRO - Laporan investigasi mengungkap bahwa jatuhnya penerbangan EgyptAir yang tewaskan 66 orang di dalamnya pada 2016 disebabkan pilot yang merokok, yang memicu kebakaran di kokpit.

Penerbangan EgyptAir MS804 melakukan perjalanan pada 19 Mei 2016, dari Bandara Charles de Gaulle Paris ke Bandara Internasional Kairo ketika jatuh dari langit antara pulau Kreta Yunani dan Mesir utara.

Biro Penyelidikan dan Analisis Prancis untuk Keselamatan Penerbangan Sipil (BEA) sejak itu menyimpulkan bahwa asap di udara pilot Mohamed Said Shoukair menyebabkan kebakaran di atas pesawat Airbus A320 ketika rokoknya menyulut oksigen yang bocor dari masker oksigen di kokpit.

Bencana udara tersebut menewaskan 56 penumpang dan 10 awak, di antaranya 12 warga negara Prancis, 30 warga Mesir, dua warga Irak, satu warga Kanada, dan satu warga Inggris.

Baca juga: Mekanik EgyptAir Pelaku Pengeboman Pesawat

Pihak berwenang Mesir awalnya mengatakan bahwa kecelakaan pesawat adalah akibat dari serangan teroris, mengeklaim bahwa jejak bahan peledak telah ditemukan di tubuh para korban. Namun, klaim itu secara luas didiskreditkan.

Pada tahun 2018, BEA Prancis menetapkan bahwa penerbangan itu jatuh karena kebakaran di dalam pesawat berdasarkan analisis data dari perekam kotak hitam pesawat, yang ditemukan dari perairan dalam dekat Yunani oleh Angkatan Laut Amerika Serikat (AS)—meskipun pada saat itu para penyelidik tidak mengatakan apa secara khusus menyebabkan onboard inferno.

Namun pada Maret 2022, BEA merilis laporan baru yang menyatakan bahwa oksigen telah bocor dari masker oksigen pilot di kokpit sesaat sebelum kecelakaan, berdasarkan data kotak hitam yang menangkap suara desisan oksigen.

Masker oksigen yang dimaksud telah diganti hanya tiga hari sebelum penerbangan naas oleh pekerja pemeliharaan EgyptAir, tetapi untuk alasan yang tidak diketahui katup pelepasnya disetel ke "posisi darurat", yang menurut manual keselamatan Airbus, dapat menyebabkan kebocoran.

Parahnya, pada saat kejadian, pilot EgyptAir diizinkan merokok di kokpit—aturan yang telah berubah. Menurut pakar penerbangan Prancis, asap di dalam pesawat, dikombinasikan dengan oksigen yang bocor, telah memicu kebakaran.

Kecelakaan pesawat yang mematikan inni menjadi subjek kasus pembunuhan di Pengadilan Banding Paris.

Laporan investigasi setebal 134 halaman, yang ditinjau oleh surat kabar Italia, Corriere della Serra, diserahkan ke pengadilan Paris atas permintaan hakim setempat.

Mesir telah menolak untuk merilis laporannya sendiri tentang kecelakaan itu dan pada 2018 menolak temuan awal BEA, menganggapnya "tidak berdasar."

Keluarga korban menuduh pihak berwenang Mesir gagal bekerja sama dalam penyelidikan kecelakaan itu.

Antoine Lachenaud, seorang pengacara yang mewakili keluarga Clement Daeschner-Cormary, seorang penumpang berusia 26 tahun yang meninggal, mengatakan laporan baru menunjukkan bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh kesalahan manusia.

“Bila peringatan diabaikan secara sistematis, ini mengakibatkan kecelakaan dan menjadi tidak mungkin untuk mempertahankan bahwa ini karena kebetulan,” katanya, seperti dikutip dari New York Post, Kamis (28/4/2022).
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Captain Gema Goeyardi...
Captain Gema Goeyardi Raih Penghargaan MURI, Torehkan Prestasi Dunia di Bidang Penerbangan
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
10 Pilot Terhebat Sepanjang...
10 Pilot Terhebat Sepanjang Sejarah, Salah Satunya Amelia Earhart
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved