Rusia Hentikan Pasokan Gas ke Bulgaria dan Polandia

Kamis, 28 April 2022 - 00:29 WIB
loading...
Rusia Hentikan Pasokan...
Katup dan pipa gas di stasiun distribusi gas Gaz-System di Gustorzyn, Polandia tengah, 12 September 2014. Foto/REUTERS/Wojciech Kardas/Agencja Gazeta
A A A
MOSKOW - Pemasok gas alam utama Rusia, Gazprom, mengumumkan penghentian total ekspor gas ke Bulgaria dan Polandia pada Rabu (27/4/2022) setelah kedua negara menolak membayar dalam rubel.

Menurut pernyataan, pasokan tidak akan dilanjutkan sampai Sofia dan Warsawa mematuhi persyaratan baru.

Raksasa energi yang berbasis di Saint Petersburg memperingatkan jika Bulgaria dan Polandia mulai menyedot gas transit Rusia yang ditujukan untuk negara lain, itu akan mengurangi pasokan dengan jumlah yang diambil secara ilegal oleh Sofia dan Warsawa.

Baca juga: Rusia Hancurkan Sejumlah Besar Senjata yang Dipasok Barat di Ukraina

Dalam pernyataan pada Rabu pagi, perusahaan menjelaskan, “Sampai akhir hari kerja pada tanggal 26 April, Ekspor Gazprom belum menerima pembayaran rubel untuk pengiriman gas pada bulan April dari perusahaan 'Bulgargaz' (Bulgaria) dan PGNiG (Polandia),” seperti yang dipersyaratkan berdasarkan keputusan Presiden Vladimir Putin tertanggal 31 Maret.

Baca juga: AS Bantu Ukraina Tembak Jatuh Pesawat Rusia yang Membawa Pasukan

Keputusan Putin menyatakan, "Pembayaran untuk gas yang dikirim sejak 1 April harus dilakukan dalam rubel." Kedua perusahaan telah diberitahu tentang ini "pada waktu yang tepat."

Baca juga: Zelensky kepada Jokowi: Terima Kasih Atas Dukungannya

Bulan lalu, Putin mewajibkan negara-negara yang telah memberlakukan sanksi terhadap Rusia, dan masih mengimpor gasnya, untuk menggunakan mata uang Rusia untuk transaksi.

Beberapa pembeli telah mengisyaratkan kesediaan menerima tuntutan Moskow. Pada Senin, Uniper, importir gas Rusia terbesar di Jerman, mengatakan memungkinkan membayar pasokan di masa depan tanpa melanggar sanksi Barat.

Kanselir Austria Karl Nehammer telah menyatakan sudut pandang yang sama, seperti halnya pemerintah Hungaria.

Uniper mengungkapkan pada Senin bahwa ada cara untuk berjalan di garis tipis antara mematuhi sanksi Uni Eropa dan memenuhi persyaratan Rusia untuk pembayaran rubel.

Seorang perwakilan perusahaan mengatakan, “Menurut penilaian awal dan oleh karena itu masih tidak mengikat, kami masih menganggap pemrosesan pembayaran yang sesuai di masa depan layak dilakukan.”

Polandia telah menolak mengikuti prosedur ini dan pada Selasa memberi sanksi kepada Gazprom, yang memiliki 48% saham di perusahaan Polandia yang memiliki jaringan pipa gas Yamal-Eropa.

Rute 4.000 kilometer mengangkut gas dari Semenanjung Yamal dan Siberia barat ke Jerman dan Polandia melalui Belarusia.

Berbicara kepada stasiun radio RMF pada Rabu, Petr Naimsky, seorang pejabat pemerintah Polandia yang mengawasi infrastruktur energi strategis negara itu, mengatakan Warsawa tidak akan lagi membeli gas dari Rusia.

Sementara kontrak 10 tahun Bulgaria dengan Gazprom saat ini akan berakhir pada akhir tahun ini, pernyataan kementerian mengatakan Bulgargaz tidak akan menyelesaikan kontrak jika harus membayar dalam rubel.

Negara itu menyatakan pengaturan itu “menimbulkan risiko signifikan bagi Bulgaria.” Sofia bergantung pada Rusia untuk sekitar 90% dari gasnya, dengan sisanya berasal dari Azerbaijan.

Bulan lalu, juru bicara perusahaan energi negara Bulgargaz mengatakan kepada wartawan, mulai musim panas ini, Baku akan menyediakan seluruh pasokan negara itu, meskipun dengan harga yang lebih tinggi.

Lebih jauh ke depan, pemerintah Bulgaria berencana menghubungkan negara itu ke terminal Liquefied Natural Gas (LNG) yang belum selesai di Yunani, di mana gas akan diimpor dengan kapal, kemungkinan dari Amerika Serikat.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Detik-Detik Pesawat...
Detik-Detik Pesawat Ringan Tabrak Gedung 108 Lantai di China, Jendela Bolong Picu Kebakaran
Rekomendasi
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Dugaan Aroma Konspirasi...
Dugaan Aroma Konspirasi 'Aib Gijon' di Piala Dunia 2026, Sengaja Singkirkan Iran?
Tantri Kotak Siap Tempuh...
Tantri Kotak Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Ditipu Miliaran Rupiah
Berita Terkini
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved