Dua Bulan Invasi, Rusia Bombardir Ukraina dengan 1.300 Rudal

Rabu, 27 April 2022 - 17:14 WIB
loading...
Dua Bulan Invasi, Rusia...
Rusia telah menembakkan lebih dari 1.300 rudal ke Ukraina dalam dua bulan invasi. Foto/Ilustrasi
A A A
KIEV - Militer Rusia telah meluncurkan lebih dari 1.300 rudal di Ukraina sejak memulai invasi lebih dari dua bulan lalu. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Maliar.

Dalam pidato yang disiarkan di televisi Ukraina pada Selasa, menurut kantor berita Ukraina Ukrinform, Maliar mengatakan bahwa pasukan Rusia telah menggunakan banyak rudal laut, udara dan darat. Maliar mengklaim bahwa cadangan Rusia telah dibelah dua sambil mencatat bahwa negara itu masih memiliki cukup rudal untuk terus menimbulkan kerusakan serius di Ukraina.

“Menurut data kami, cadangan mereka sudah lebih dari setengahnya sejak mereka aktif menggunakannya sejak 24 Februari,” kata Maliar.

"Lebih dari 1.000 roket telah digunakan. Lebih tepatnya, lebih dari 1.300 rudal," jelasnya seperti dilansir dari Newsweek, Rabu (27/4/2022).

Baca juga: Sambil Gempur Ukraina, Rusia Produksi Massal Sistem Rudal Canggih S-500

Rusia diduga akan masih terus menggempur Ukraina. Maliar juga dilaporkan mengklaim bahwa, selain menggunakan serangan rudal dan pasukan darat, Rusia mencoba melakukan pemerasan dan intimidasi langsung ke seluruh dunia dengan mempertimbangkan penggunaan senjata kimia atau nuklir.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membuat komentar serupa mengenai potensi ancaman nuklir pada hari yang sama, mengatakan selama konferensi pers bahwa Rusia merupakan ancaman nuklir terbesar di dunia sejak 1986 dan berusaha untuk memeras dunia dengan senjata nuklir, menurut The Kyiv Independent.

Newsweek menghubungi pemerintah Rusia untuk memberikan komentar.

Kekhawatiran internasional tentang potensi penggunaan senjata nuklir telah meningkat karena tindakan baru-baru ini oleh Rusia, termasuk menempatkan persenjataan nuklirnya dalam keadaan siaga tinggi.

Pekan lalu, Rusia melakukan uji coba rudal balistik antarbenua berkemampuan nuklir yang kadang-kadang disebut sebagai "Setan 2." Presiden Rusia Vladimir Putin mneyatakan bahwa uji coba rudal akan memaksa negara lain untuk "berpikir dua kali" sebelum mencoba "mengancam" Rusia.

Baca juga: Mampu Tembus Semua Sistem Pertahanan, Putin Sebut Rudal Sarmat Senjata Unik

Selama penampilan di televisi pemerintah Rusia, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov juga memperingatkan bahwa Perang Dunia III bisa saja terjadi, sambil memperingatkan mereka yang "meremehkan" ancaman senjata nuklir bahwa bahayanya serius dan nyata.

Sementara itu, persediaan senjata konvensional dengan cepat digunakan di kedua sisi medan perang. Banyak senjata yang digunakan oleh Ukraina telah dipasok oleh sekutu termasuk Amerika Serikat (AS), yang telah mengirim USD3,4 miliar bantuan militer ke Kiev sejak perang dimulai.

Duta Besar Rusia untuk AS Anatoly Antonov menuntut diakhirinya bantuan selama wawancara di televisi Rusia pada Senin ini, menuduh AS mencoba meningkatkan taruhan lebih banyak dan memperburuk situasi.

Awal bulan ini, Rusia memperingatkan bahwa kendaraan yang mengangkut senjata yang dipasok oleh AS dan sekutu NATO lainnya ke Ukraina akan dianggap sebagai "target militer yang sah."

Senator Demokrat Richard Blumenthal dari Connecticut selama sesi Komite Angkatan Bersenjata Senat pada hari Selasa mengatakan bahwa AS telah memberi Ukraina sepertiga dari pasokan rudal anti-tank Javelin.

Baca juga: AS Janji Gerakkan Langit dan Bumi untuk Menangkan Perang Ukraina Lawan Rusia

Blumenthal mencatat bahwa mengisi kembali stok AS atau senjata itu akan membutuhkan 32 bulan selama sesi rapat, mengungkapkan kekhawatiran bahwa pasokan rudal dalam negeri dapat habis jika bantuan berlanjut dan produksi tidak meningkat.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
Gibran Ajak Mahasiswa...
Gibran Ajak Mahasiswa Kunker ke Ende hingga Papua
Dukung Program 3 Juta...
Dukung Program 3 Juta Rumah, Infiniti Land dan UI Jalin Kolaborasi
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Berita Terkini
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved