China Kutuk Serangan Bom Bunuh Diri di Pakistan yang Tewaskan 3 Warganya

Rabu, 27 April 2022 - 15:08 WIB
loading...
A A A
Kepala menteri provinsi Sindh - di mana Karachi adalah ibu kotanya - juga mengunjungi konsulat China, meyakinkan para pejabat bahwa Pakistan menghargai layanan yang diberikan oleh para ahli China di negara dan provinsi itu dan bahwa mereka yang terlibat akan diadili.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara kantor luar negeri Pakistan Asim Iftikhar menyebut insiden itu "tercela" dan "serangan langsung" terhadap hubungan Pakistan dan China.

Mantan perdana menteri Imran Khan, yang digulingkan dari kekuasaan pada awal April, juga mempertimbangkan, menyebut insiden itu serangan lain dengan agenda khusus untuk mencoba merusak hubungan strategis Pakistan-China.

Sementara itu Tentara Pembebasan Baloch (BLA) mengatakan pelaku bom bunuh diri adalah seorang perempuan.

Kelompok ini merilis foto seorang perempuan berseragam mengangkat dua jari memberi hormat yang dikatakan telah melakukan serangan itu, dan menyebutnya sebagai Shariah Baloch alias Bramsh.

Baca juga: China Bangun Sistem Pertahanan Luar Angkasa, Ini Targetnya

Balochistan, wilayah yang kaya akan sumber daya alam tetapi provinsi termiskin di Pakistan, adalah rumah bagi pemberontakan yang sudah berlangsung lama.

Wilayah ini sedang diubah oleh proyek infrastruktur besar China di Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC), jaringan jalan, kereta api dan pipa antara kedua negara yang merupakan bagian dari inisiatif Sabuk dan Jalan ambisius Beijing.

Ketiga warga negara China yang tewas itu mengajar di Institut Konfusius Universitas Karachi, yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman internasional tentang bahasa dan budaya China, dan mempromosikan pertukaran antarmanusia antara China dan Pakistan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
Rumor Nintendo Switch...
Rumor Nintendo Switch 2: Remake Ocarina of Time dengan Kontroler Zelda Pro
Cerita Warga Jember...
Cerita Warga Jember Mudahnya Berobat dengan BPJS Kesehatan
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Berita Terkini
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Infografis
Pakistan dan India Berperang,...
Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved