Pensiunan Jenderal AS Ini Ditunjuk Jadi Koordinator Senjata untuk Ukraina
Sabtu, 23 April 2022 - 21:08 WIB
loading...
A
A
A
Rusia telah mengatakan kepada AS dan sekutunya bahwa setiap pengiriman senjata ke Kiev akan menjadi sasaran penghancuran, dan pekan lalu mengirim catatan diplomatik ke Washington yang memperingatkan "konsekuensi yang tidak dapat diprediksi" jika pengiriman berlanjut.
Rusia menyerang negara tetangga itu pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina untuk mengimplementasikan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan Moskow atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.
Protokol Minsk yang ditengahi Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada wilayah-wilayah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa.
Baca juga: Banyak Pengungsi Afghanistan Diusir, Jerman Lebih Utamakan Warga Ukraina
Rusia menyerang negara tetangga itu pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina untuk mengimplementasikan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan Moskow atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.
Protokol Minsk yang ditengahi Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada wilayah-wilayah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa.
Baca juga: Banyak Pengungsi Afghanistan Diusir, Jerman Lebih Utamakan Warga Ukraina
(ian)
Lihat Juga :