Sekjen PBB Mohon Penerapan Jeda kemanusiaan 4 Hari di Ukraina

Rabu, 20 April 2022 - 22:12 WIB
loading...
Sekjen PBB Mohon Penerapan...
Sekjen PBB Mohon Penerapan Jeda kemanusiaan 4 Hari di Ukraina. FOTO/Reuters
A A A
NEW YORK - Sekretaris Jenderal PBB , Antonio Guterres telah mengajukan permohonan untuk jeda kemanusiaan Pekan Suci selama empat hari dalam perang di Ukraina yang dimulai pada Kamis Putih dan berlangsung hingga Minggu Paskah, 24 April.

Menurutnya, jeda diperlukan untuk memungkinkan koridor kemanusiaan. Ia juga memperingatkan bahwa kehancuran dan kehilangan manusia yang terlihat sejauh ini “tidak ada artinya dibandingkan dengan kengerian yang ada di depan”.

Baca: Ukraina Berharap Bisa Evakuasi 6.000 Wanita, Anak-anak, dan Manula dari Mariupol

“Dalam lima hari, Ukraina dan Rusia akan merayakan Paskah,” kata Guterres. “Hari raya ini adalah waktu untuk merenungkan makna penderitaan, pengorbanan, kematian, dan kelahiran kembali. Tapi tahun ini, Pekan Suci sedang diamati di bawah awan perang yang mewakili penolakan total dari pesan Paskah,” lanjutnya, seperti dikutip dari Reuters.

Berbicara ketika pasukan Rusia dan Ukraina terlibat dalam pertempuran yang telah lama ditunggu-tunggu di timur Ukraina pada hari Selasa, Guterres mengatakan bahwa "konsentrasi kekuatan dan senjata yang mengerikan" membuat pertempuran ini lebih keras dan destruktif".

Ia memperingatkan bahwa warga sipil kehilangan dunia dan sejauh ini telah menyaksikan kengerian yang terbentang di depan. "Ini tidak bisa dibiarkan terjadi," kata Guterres kepada wartawan di New York. "Ratusan ribu nyawa tergantung pada keseimbangan," tambahnya.

Baca: PBB: 5 Juta Pengungsi Melarikan Diri dari Perang Ukraina
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Israel Ungkap 2 Skenario...
Israel Ungkap 2 Skenario Perang AS-Iran Pecah Lagi
Rekomendasi
Sebastian Beccacece...
Sebastian Beccacece Mundur Setelah Ekuador Tersingkir di Piala Dunia 2026
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Sadis Taufik Hidayat di Polda Jabar Digelar Tertutup
Berita Terkini
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved