Direbut Rusia, Miliuner Ukraina Minta Militer Mengebom Rumahnya

Rabu, 20 April 2022 - 01:29 WIB
loading...
Direbut Rusia, Miliuner...
Direbut dan dijadikan pangkalan tentara Rusia, miliuner Ukraina minta militer mengebom rumahnya. Foto/Ilustrasi
A A A
KIEV - Seorang miliuner Ukraina mengatakan dia meminta militer negaranya untuk mengebom rumah barunya yang "indah" setelahmengetahui rumah itu digunakan sebagai pangkalan bagi pasukan Rusia .

CEO perusahaan IT Ukraina, Andrey Stavnitser, mengatakan kepada Good Morning Britain bahwa dia menemukan pasukan Rusia telah menyita propertinya di dekat Irpin, Ukraina, awal bulan lalu setelah dia meninggalkan negara itu ke Polandia.

Komentarnya muncul hampir dua bulan setelah invasi Rusia ke Ukraina, di mana puluhan ribu warga sipil tewas dan banyak kota hancur.



Stavnitser mengatakan bahwa pasukan menyerbu rumahnya dan menyandera staf keamanannya dengan menginterogasi serta melucuti pakaian mereka. Akhirnya, para staf dikirim ke hutan tanpa telepon atau koneksi ke dunia luar.

"Selama dua hari, mereka harus berjalan pulang, tanpa telepon atau koneksi. Setelah dua hari, mereka mencapai kami dari tempat yang aman dan memberi tahu kami apa yang terjadi," katanya seperti dikutip dari Newsweek, Rabu (20/4/2022).

Stavnitser mengatakan dia kemudian dapat melacak tentara Rusia melalui kamera keamanan kecil yang tertinggal di dalam rumah.

"Mereka menghancurkan sebagian besar kamera di dalam rumah, namun, ada satu webcam kecil amatir yang masih berfungsi dari waktu ke waktu ketika listrik menyala," jelasnya.

Baca juga: Kerap Tuding Rusia, Ternyata Ukraina Gunakan Senjata Haram Amunisi Tandan

Di atasnya, Stavnitser mengatakan dia melihat rekaman pasukan menurunkan barang-barang yang dijarah dari rumah orang lain dan membawanya ke rumahnya sendiri. Dia juga memperhatikan bahwa militer Rusia mulai menggunakan rumahnya, yang terletak di luar Kiev, sebagai tempat strategis untuk menyerang Ibu Kota.

"Ada 12 kendaraan militer di wilayah saya, termasuk peluncur roket, granat, dan tornado, yang mereka gunakan untuk menembak ke Kiev," ungkap Stavnitser.

"Mereka pada dasarnya mulai menembaki Kiev dari rumah saya," akunya.

Stavnitser mengatakan dia dengan cepat menghubungi militer Ukraina dan mengatakan kepada mereka untuk menghancurkan rumah itu, meskipun rumah itu masih baru dan dia telah "berusaha keras" untuk membangunnya.

Baca juga: Lavrov: Tahap Baru Operasi Militer Rusia di Ukraina Dimulai

"Itu adalah keputusan yang jelas bagi saya," katanya kepada program berita itu.

"Tidak banyak yang dapat Anda lakukan untuk membantu militer Ukraina, dan itu adalah salah satu peluang yang saya miliki," ujarnya, seraya menambahkan bahwa dia merasa jijik dan "kotor" melihat pasukan Rusia di rumahnya.

"Saya ingin melakukan segala yang mungkin untuk membantu Ukraina menang karena saya pikir kami menjaga keamanan Eropa. Penting bagi kami untuk mengusir bajingan itu dari tanah kami. Itu hanya bagian kecil yang bisa saya lakukan," sambungnya.

Pada hari Senin, Rusia mulai turun di wilayah Donbas di timur Ukraina, setelah menghadapi oposisi Ukraina yang sengit di fase pertama perang. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa sebagian besar dari seluruh tentara Rusia sekarang fokus pada serangan ini, dan memohon kepada negara-negara Barat untuk memberikan bantuan militer lebih lanjut untuk mencegah serangan.

Baca juga: Rusia Hancurkan Pabrik Rudal Balistik Tochka-U Ukraina

Stavnitser mengulangi permohonan itu kepada Good Morning Britain, mengatakan kepada outlet berita itu bahwa saat ini, hal terpenting yang dibutuhkan Ukraina adalah dukungan militer.

"Kami sangat tangguh dan berani, namun kami kalah jumlah. Orang-orang ini masih tentara yang besar dan kami masih negara kecil dengan tentara yang relatif kecil. Jadi kami membutuhkan bantuan militer sebanyak mungkin," ucapnya.

Stavnitser menambahkan bahwa Zelensky, yang dia kenal secara pribadi, telah menjadi pemimpin yang kuat dan berani.

"Saya harus mengatakan bahwa orang ini luar biasa. Dia benar-benar mengatur tempo untuk semua orang, terutama untuk militer. Dia memiliki banyak keberanian, dia sangat berani. Sejujurnya saya sangat bangga memiliki presiden seperti itu," pujinya.

Baca juga: Rusia Hancurkan Gudang Besar Senjata AS dan Eropa di Ukraina
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Pesawat Militer India...
Pesawat Militer India Jatuh Tewaskan 5 Prajurit AU, Kopilot Selamat
Rekomendasi
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
BMKG Ungkap 5 Daerah...
BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama
Haiti vs Skotlandia,...
Haiti vs Skotlandia, John McGinn Bawa Dark Blues unggul di Babak Pertama
Berita Terkini
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved