Mengapa Masjid Al-Aqsa Diperebutkan Israel dan Palestina? Ini Sejarahnya

Senin, 18 April 2022 - 15:17 WIB
loading...
Mengapa Masjid Al-Aqsa...
Situs suci Temple Mount atau Haram al-Sharif yang mencakup Dome of the Rock dan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Situs ini diperebutkan Israel dan Palestina. Foto/CPA Media via DW.com
A A A
YERUSALEM - Temple Mount atau Haram al-Sharif di Yerusalem menjadi situs suci bagi umat Yahudi dan Islam. Namun, situs yang mencakup Masjid Al-Aqsa tersebut juga jadi medan konflik selama berabad-abad.

Beberapa tahun terakhir, situs suci ini diperebutkan oleh Palestina dan Israel. Secara internasional, situs itu berada dalam status quo yang rumit.

Dalam beberapa hari ini, pasukan Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa ketika umat Islam Palestina berbondong-bondong datang untuk memperbanyak ibadah Ramadhan. Laporan lain menyebut, pasukan polisi Israel memfasilitasi komunitas Yahudi untuk beribadah di situs tersebut.

Temple Mount adalah platform terangkat berbentuk trapesium yang terletak di jantung kota tua Yerusalem. Bagi umat Islam itu adalah Haram al-Sharif atau Tempat Suci.

Baca juga: BREAKING NEWS: Bentrok Pecah saat Pasukan Israel Menyerbu Halaman Masjid Al-Aqsa

Kompleks itu berisi The Dome of the Rock atau Kubah Batu dan Masjid Al-Aqsa, dan itu adalah situs paling suci ketiga Islam setelah Makkah dan Madinah.

Baik Palestina dan Israel telah menegaskan kembali komitmen mereka untuk mengizinkan akses ke Temple Mount dan untuk melindungi perdamaian tempat suci, tetapi status quo tidak diterima oleh semua orang, dan masalah ini akan tetap kontroversial.

Umat Muslim percaya bahwa itu adalah tempat yang dikunjungi oleh Nabi Muhammad selama "perjalanan satu malam" atau Isra-Mikraj, yakni ketika Nabi Muhammad melakukan perjalanan dari Makkah ke Yerusalem dan berlanjut dari Masjid Al-Aqsa naik ke surga.

Bagi orang Yahudi, Temple Mount adalah situs kuil Yahudi pertama dan kedua dan tempat di mana Abraham atau Nabi Ibrahim mempersembahkan putranya sebagai korban (ritual kurban).

Karena lokasi pasti dari bagian paling suci dari kuil tidak lagi diketahui, sebagian besar rabi setuju bahwa orang Yahudi tidak boleh berjalan di Temple Mount.

Namun, lantaran Tembok Barat dianggap sebagai bagian terdekat dari Temple Mount yang dapat dicapai tanpa memasuki kuil itu sendiri, itu adalah fokus untuk doa dan ziarah umat Yahudi.

Area Temple Mount atau Haram al-Sharif diklaim oleh Israel dan Palestina sebagai bagian integral dari negara mereka.

Sementara Haram al-Sharif saat ini dikendalikan oleh otoritas agama Islam, pemerintah Israel mengendalikan area di sekitar platform dan mengeklaim hak untuk memasuki kompleks demi alasan keamanan.

Baca juga: Bentrokan di Masjid Al-Aqsa, Warga Palestina yang Jadi Korban Terus Bertambah

Menurut Pastor Jerome Murphy O'Connor, seorang sarjana alkitabiah terkemuka yang tinggal di Yerusalem selama lebih dari 40 tahun sebelum kematiannya pada tahun 2013, platform tempat Haram al-Sharif berdiri dibangun oleh Herodes Agung, dan akan dibangun tentang situs seukuran lapangan sepak bola yang agak besar, atau katakanlah Melbourne Cricket Ground, sebuah lapangan terbuka yang sangat luas.

"Dan di atasnya ada dua bangunan keagamaan: di atas Mahakudus Kubah Batu, dan kemudian masjid besar, Al-Aqsa, di ujung yang lebih jauh," katanya.

Seperti kebanyakan situs Yerusalem, area Temple Mount atau Haram Al-Sharif telah dihuni oleh semua agama besar.

Bernard Wasserstein, profesor sejarah di University of Chicago, dan penulis "Divided Jerusalem" mengulas singkat sejarah situs suci yang diperebutkan.

“Kuil pertama dibangun sekitar 1.000 tahun Sebelum Masehi (SM), dan itu bertahan hingga abad keenam SM ketika kuil itu direbut dan digeledah oleh Persia yang menaklukkan Palestina dan Yerusalem pada tahun 587 SM,” katanya.

“Itu dibangun kembali setelah orang-orang Yahudi diizinkan untuk kembali dari pengasingan di Babilonia pada tahun 516 dan kemudian dibangun kembali dan diperbesar secara berurutan, yang berpuncak pada Kuil Herodes, yang adalah Raja Yudea pada zaman Kristus.”

Kuil Herodes dihancurkan oleh Romawi pada tahun 70 M dan orang-orang Yahudi diusir dari Yerusalem.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Berita Terkini
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved