China Bebaskan 10 Tentara India setelah Ditawan Tiga Hari
Jum'at, 19 Juni 2020 - 07:47 WIB
loading...
A
A
A
Masih menurut sumber tersebut, pembicaraan tingkat militer sejak Rabu pagi membahas seputar pembebasan personel militer yang ditawan. Kedua pemerintah juga membahas pembebasan situs yang diperebutkan, yang sekarang lebih tenang dari pada hari-hari sebelumnya.
Sebelumnya pada hari Kamis, Kementerian Luar Negeri China mengklaim kedaulatan atas wilayah yang disengketakan di Lembah Galwan di Ladakh, dan memperingatkan India untuk tidak mengabaikan apa yang Beijing katakan sebagai "farm will"-nya. (Baca: Batang Besi Penuh Paku Ini Diduga Senjata dalam Bentrok India-China )
Sebagai respons-nya, juru bicara Kementerian Luar Negeri India Anurag Srivastava menyatakan; "Membuat klaim yang berlebihan dan tidak dapat dipertahankan bertentangan dengan pemahaman ini". Dia mengatakan bahwa kedua belah pihak telah menyetujui implementasi yang tulus dari pemahaman yang dicapai antara komandan senior pada 6 Juni.
Srivastava memohon Beijing untuk menangani situasi dengan bertanggung jawab.
India dan China telah berada dalam kebuntuan terkait sengketa wilayah perbatasan sejak pekan terakhir bulan April di Lembah Galwan dan Pangong Tso. Beijing menolak pembangunan infrastruktur oleh New Delhi di sepanjang Garis Kontrol Aktual dan situasinya memanas, yang memuncak pada bentrok mematikan Senin lalu. (Simak juga: Polri Pastikan Tak Proses Hukum Penggugah Lelucon Gus Dur )
Sebelumnya pada hari Kamis, Kementerian Luar Negeri China mengklaim kedaulatan atas wilayah yang disengketakan di Lembah Galwan di Ladakh, dan memperingatkan India untuk tidak mengabaikan apa yang Beijing katakan sebagai "farm will"-nya. (Baca: Batang Besi Penuh Paku Ini Diduga Senjata dalam Bentrok India-China )
Sebagai respons-nya, juru bicara Kementerian Luar Negeri India Anurag Srivastava menyatakan; "Membuat klaim yang berlebihan dan tidak dapat dipertahankan bertentangan dengan pemahaman ini". Dia mengatakan bahwa kedua belah pihak telah menyetujui implementasi yang tulus dari pemahaman yang dicapai antara komandan senior pada 6 Juni.
Srivastava memohon Beijing untuk menangani situasi dengan bertanggung jawab.
India dan China telah berada dalam kebuntuan terkait sengketa wilayah perbatasan sejak pekan terakhir bulan April di Lembah Galwan dan Pangong Tso. Beijing menolak pembangunan infrastruktur oleh New Delhi di sepanjang Garis Kontrol Aktual dan situasinya memanas, yang memuncak pada bentrok mematikan Senin lalu. (Simak juga: Polri Pastikan Tak Proses Hukum Penggugah Lelucon Gus Dur )
(min)
Lihat Juga :