Eks Presiden Ukraina: Kami Butuh Senjata, Senjata dan Senjata
Sabtu, 16 April 2022 - 20:13 WIB
loading...
A
A
A
Dia menyebut insiden di Mariupol sebagai "genosida" dan menuduh pasukan Rusia menggunakan senjata kimia di kota itu.
Klaim serupa dibuat awal pekan ini oleh Zelensky, yang mengatakan dalam pidato video bahwa puluhan ribu orang Ukraina kemungkinan tewas dalam serangan Rusia di Mariupol.
Jika dikonfirmasi, jumlah ini akan menjadi jumlah kematian terbesar sejauh ini yang dilaporkan di satu tempat di Ukraina, di mana kota-kota besar, kota kecil dan desa-desa telah dibombardir tanpa henti dan banyak mayat, termasuk warga sipil, terlihat di jalan-jalan.
Poroshenko juga menyerukan penyelidikan atas "kejahatan Rusia", menambahkan bahwa Ukraina tidak akan menyerah sampai negara itu dibebaskan dari pasukan Rusia.
“Kami tidak akan pernah berhenti selama Donbass Ukraina dan Crimea diduduki,” kata Poroshenko.
Dia juga meminta dari pemimpin dunia Arab untuk tidak mengirim tentara mereka untuk membantu Rusia, menambahkan bahwa dia secara khusus berbicara kepada pemerintah Suriah Bashar al-Assad yang didukung Rusia dalam perang saudaranya, yang berlanjut selama 11 tahun.
Sebelum invasi Rusia, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu telah mengunjungi Suriah untuk berbicara dengan al-Assad, karena pemerintahnya telah menyatakan “dukungan” untuk keputusan Putin yang mengakui dua wilayah yang dikuasai separatis pro-Moskow di Ukraina timur sebagai wilayah yang merdeka.
Klaim serupa dibuat awal pekan ini oleh Zelensky, yang mengatakan dalam pidato video bahwa puluhan ribu orang Ukraina kemungkinan tewas dalam serangan Rusia di Mariupol.
Jika dikonfirmasi, jumlah ini akan menjadi jumlah kematian terbesar sejauh ini yang dilaporkan di satu tempat di Ukraina, di mana kota-kota besar, kota kecil dan desa-desa telah dibombardir tanpa henti dan banyak mayat, termasuk warga sipil, terlihat di jalan-jalan.
Poroshenko juga menyerukan penyelidikan atas "kejahatan Rusia", menambahkan bahwa Ukraina tidak akan menyerah sampai negara itu dibebaskan dari pasukan Rusia.
“Kami tidak akan pernah berhenti selama Donbass Ukraina dan Crimea diduduki,” kata Poroshenko.
Dia juga meminta dari pemimpin dunia Arab untuk tidak mengirim tentara mereka untuk membantu Rusia, menambahkan bahwa dia secara khusus berbicara kepada pemerintah Suriah Bashar al-Assad yang didukung Rusia dalam perang saudaranya, yang berlanjut selama 11 tahun.
Sebelum invasi Rusia, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu telah mengunjungi Suriah untuk berbicara dengan al-Assad, karena pemerintahnya telah menyatakan “dukungan” untuk keputusan Putin yang mengakui dua wilayah yang dikuasai separatis pro-Moskow di Ukraina timur sebagai wilayah yang merdeka.
(min)
Lihat Juga :