Eks Presiden Ukraina: Kami Butuh Senjata, Senjata dan Senjata
Sabtu, 16 April 2022 - 20:13 WIB
loading...
A
A
A
Poroshenko (56), yang menjabat sebagai presiden dari 2014 hingga 2019, ditempatkan di bawah penyelidikan atas pengkhianatan tingkat tinggi dan meninggalkan Ukraina pada Desember tahun lalu.
Dia sedang diselidiki karena pengkhianatan dalam kasus, yang katanya, dibuat oleh sekutu penggantinya, Presiden Volodymyr Zelensky.
Poroshenko sedang diselidiki sehubungan dengan pembiayaan kelompok separatis pro-Rusia melalui penjualan batu bara ilegal pada 2014-2015.
Dia menghadapi hukuman 15 tahun penjara jika terbukti bersalah. Namun, partainya menuduh Zelensky melakukan upaya sembrono untuk membungkam oposisi.
Salah satu orang terkaya di negara itu, Poroshenko terbang kembali ke Kiev pada Januari setelah absen selama sebulan, berjanji untuk membantu Ukraina menangkis kemungkinan invasi Rusia.
Seorang hakim Ukraina menolak permintaan jaksa untuk menahannya dan memberikan jaminan senilai USD35 juta.
Poroshenko mengatakan lebih dari 20.000 warga sipil Ukraina dibunuh oleh "orang barbar" Rusia selama perang.
Dia sedang diselidiki karena pengkhianatan dalam kasus, yang katanya, dibuat oleh sekutu penggantinya, Presiden Volodymyr Zelensky.
Poroshenko sedang diselidiki sehubungan dengan pembiayaan kelompok separatis pro-Rusia melalui penjualan batu bara ilegal pada 2014-2015.
Dia menghadapi hukuman 15 tahun penjara jika terbukti bersalah. Namun, partainya menuduh Zelensky melakukan upaya sembrono untuk membungkam oposisi.
Salah satu orang terkaya di negara itu, Poroshenko terbang kembali ke Kiev pada Januari setelah absen selama sebulan, berjanji untuk membantu Ukraina menangkis kemungkinan invasi Rusia.
Seorang hakim Ukraina menolak permintaan jaksa untuk menahannya dan memberikan jaminan senilai USD35 juta.
Poroshenko mengatakan lebih dari 20.000 warga sipil Ukraina dibunuh oleh "orang barbar" Rusia selama perang.
Lihat Juga :